ARUSBAWAH.CO - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi, menegaskan tidak ada alokasi anggaran untuk kegiatan yang melibatkan influencer pada tahun anggaran 2025.
Pernyataan itu disampaikan langsung kepada Arusbawah.co saat wawancara pada Senin, (27/10/2025), menegaskan anggaran itu hingga kini belum turun sama sekali.
“Enggak ada, kalau tahun depan enggak ada,” ujar Ririn singkat ketika ditanya soal kelanjutan program influencer.
Tidak Ada Anggaran Influencer untuk 2025 dan 2026
Ketika ditanya apakah anggaran itu dibatalkan, Ririn kembali menegaskan tidak ada alokasi untuk 2025 dan 2026.
“Anggaran untuk tahun ini dan 2026 tidak ada, tidak ada. Kita belum tahu nanti skenario, plan A, plan B-nya. Yang jelas rasionalisasi diarahkan ke prioritas-prioritas dulu saja,” katanya.
Meski begitu, Ririn tidak menutup kemungkinan adanya perubahan kebijakan di masa mendatang, tergantung kondisi fiskal dan kebutuhan promosi.
“Bisa saja berubah. Kita lihat kebutuhan dan efektivitas program dulu,” tambahnya.
Untuk tahun anggaran 2025, Ririn menegaskan kembali bahwa anggaran di perubahan untuk influencer belum turun sama sekali.
“Perubahan belum turun, belum juga turun,” katanya.
- Kadispar Kaltim Bantah Anggaran Perjadin Rp 1 Miliar, Sebut Cuma Rp 300 Juta Setahun
- Gratispol 2025: Total Alokasi Anggarannya Tak Sampai Rp 1 Triliun! Terbesar di Sektor Kesehatan
- Rudy Mas'ud Janji Rampungkan Eselon II Oktober, Soal Plt Kadispora: Sabar, On Progres
- Dispar Kaltim Bantah Publikasi Influencer Rp 1,7 Miliar Program Titipan
Polemik Anggaran Influencer Rp1,7 Miliar
Di pemberitaan sebelumnya, dalam dokumen Penyempurnaan Rancangan Akhir Perubahan RKPD 2025, Dispar Kaltim tercatat mengalokasikan Rp1,7 miliar untuk jasa publikasi influencer.
Besarnya nilai itu menimbulkan persoalan karena dianggap fantastis untuk program berbasis kerja sama dengan pihak ketiga.
Banyak publik mempertanyakan efektivitas dan rasionalisasi anggaran yang setara dengan biaya pembangunan fasilitas desa wisata skala kecil.
Ririn menjelaskan bahwa program kerja sama dengan influencer sebenarnya sudah berjalan sejak 2024, saat dirinya baru dilantik sebagai kepala Dispar Kaltim.
“Ya itu kan sebenarnya program lama 2024, dari pertama saya dilantik kan sudah ada. Salah satu program utama aku itu pengembangan desa wisata. Nah, salah satunya promosi kerja sama dengan influencer,” jelas Ririn kala itu.
Menurut Ririn, pada 2024 Dispar Kaltim melibatkan media online dan influencer dalam beberapa kegiatan promosi.
“Kalau tahun kemarin kan ada media online, ada influencer kita itu pada ngetrip bareng,” tambahnya.
Dana Rp1,7 Miliar Disebut Bukan Honor Langsung
Ririn menegaskan bahwa dana Rp1,7 miliar bukan diberikan langsung ke influencer dalam bentuk honor pribadi.
Anggaran itu mencakup perjalanan dinas, akomodasi, workshop, dan kebutuhan teknis lain yang mendukung kegiatan promosi.
Menurutnya, sistem seperti ini juga diterapkan oleh provinsi lain yang menggunakan mitra digital seperti vlogger, YouTuber, dan selebgram untuk publikasi.
“Itu bukan Rp1,7 miliar dikasih honor langsung loh, bukan. Ada Standar Satuan Harga-nya. Ada rincian kegiatan, banyak posnya,” pungkasnya.
(wan)




