Sebanyak 53% responden menyatakan pemerintah perlu segera mengimplementasikan kebijakan perlindungan kawasan hutan dari deforestasi, kebakaran, dan alih fungsi lahan.
Temuan ini memperlihatkan bahwa generasi muda menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas strategis yang harus segera ditindaklanjuti negara.
Orang Muda bukan Sekadar Pengamat
Meski upaya pemerintah dalam memberantas korupsi pada semester pertama ini masih dinilai (jauh) di bawah ekspektasi, orang muda tetap menunjukkan minat yang sangat tinggi terhadap isu antikorupsi.
NBS Semester I 2025 menemukan bahwa antikorupsi (73%) menjadi topik yang paling diminati orang muda untuk berpartisipasi dalam 12 bulan ke depan.
Menanggapi temuan ini, aktivis antikorupsi Dewi Anggraeni menilai, “Orang muda semakin kritis melihat korupsi dan melek akan kondisi bangsa, dengan tujuan memaksa pemerintah untuk berbenah. Tahun pertama pemerintahan Prabowo semakin mendorong orang muda untuk solid menyuarakan transparansi, tanggung jawab, pencegahan korupsi melalui beragam edukasi, dan penguatan regulasi demi memaksimalkan efek jera para koruptor.”
Tingginya minat tersebut memperlihatkan bahwa orang muda bukan sekadar pengamat, melainkan juga aktor potensial dalam agenda pemberantasan korupsi.
Program Manager Kawula17 menekankan pentingnya respons serius dari pemerintah dan pemangku kepentingan.
“Aspirasi orang muda terhadap pelarangan koruptor untuk mencalonkan diri di jabatan publik dan pengesahan RUU Perampasan Aset memiliki legitimasi yang kuat.
Temuan-temuan ini juga menandakan bahwa agenda antikorupsi akan menjadi salah satu medan partisipasi orang muda paling strategis yang harus ditanggapi dengan serius di masa depan,” jelas Maria Angelica.
National Benchmark Survey merupakan survei per semester yang dilakukan oleh Kawula17, didukung oleh Yayasan Pelopor Pilihan Tujuhbelas, untuk memantau persepsi orang muda mengenai isu-isu terkini, seperti antikorupsi, hak asasi manusia, gender, dan lingkungan, serta penilaian mereka terhadap peran pemerintah dalam topik tersebut.
Survei dilakukan dengan metode Computer-Assisted Self Interviewing (CASI) atau survei daring.
Periode pengumpulan data survei dilakukan pada tanggal 10-17 Juli 2025 dengan sampel representatif sebesar 1.342 responden dari seluruh Indonesia dan diikuti oleh responden berusia 17-35 tahun dengan margin of error 5%. (pra)
Tag



