Karenanya, Pulau Kalimantan memang tak dilalui jalur pegunungan berapi. Kemudian, jumlah struktur sesar aktif di Kalimantan tergolong sangat sedikit dibandingkan dengan pulau lain di Indonesia.
Sesar aktif dapat diartikan sebagai retakan besar pada lapisan bumi yang masih sering bergerak. Sehingga, gerakan inilah yang menyebabkan terjadinya gempa.
"Dalam sejarahnya (Kaltim,red) tidak pernah terjadi gempa bumi," ujarnya.
Saat ditanya mengenai gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,9 yang sempat mengguncang kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara pada Rabu (21/8/2024) kemarin, pukul 08.01 Wita. Yang mana, dampaknya dapat dirasakan hingga ke Kabupaten Berau, juga turut diresponnya.
"Kalau untuk dampak geteran dari gempa itu umum terjadi di Kalimantan," tutup Agus. (nit)
Tag



