ARUSBAWAH.CO - Aksi ‘nyawer’ pejabat publik di tempat hiburan malam kembali menjadi sorotan dan menuai kontroversi di tengah masyarakat.
Baru-baru ini, sebuah video yang memperlihatkan Kepala Desa Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, sedang melakukan aksi sawer di tengah-tengah keramaian sebuah klub malam jadi viral di media sosial.
Dilansir dari Megakaltim.com, kasus lain pun muncul tak lama kemudian, melibatkan Bupati Pati yang menghadirkan Trio Srigala di pendopo, serta DJ Nathalie Holscher yang tampil di Sidrap dan mendapat teguran keras dari kepala daerah.
Deretan peristiwa ini tak hanya menyingkap soal batas antara hiburan dan etika pejabat publik, tetapi juga memantik perdebatan lebih luas soal moralitas, penggunaan wewenang, hingga budaya populer dalam ruang pemerintahan.
Kepala Desa Karangsari, Kabupaten Cirebon
Casmari, seorang Kuwu Desa (Kepala Desa) Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, mendadak viral setelah sebuah video memperlihatkan dirinya tengah asyik "nyawer" di sebuah klub malam kawasan Tuparev, Kabupaten Cirebon tersebar luas di media sosial.
Sebagai informasi, Kuwu menurut KBBI adalah lurah atau kepala desa.
Terkait aksi nyawer Casmari, Pemerintah Kabupaten Cirebon menjatuhkan teguran keras.
Kemudian, muncul pertanyaan dari mana sumber yang digunakannya untuk nyawer.
Casmari mengaku bahwa uang yang ia gunakan untuk nyawer berasal dari kantong pribadinya, bukan dari uang dana desa.
Kendati demikian, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tetap melayangkan peringatan keras.
Tag



