Sebelas kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah saudara.
Sebagian warga lainnya memilih bertahan di rumah, terutama yang rumahnya masih berupa rumah panggung.
“Kalau untuk korban nihil kita enggak ada korban kan semuanya begitu air mulai naik ee kemarin itu kita ungsikan ke rumah warga gitu kan. Ada juga yang ungsikan ke tempat saudaranya,” kata Ali.
Ia menambahkan, warga yang rumahnya terendam total sementara menumpang di rumah keluarga.
Sementara yang lain tetap bertahan karena air masih di bawah kolong rumah.
“Iya, masih bertahan di masing-masing rumah karena masih di bawah kolom rumah kan,” katanya.
Bantuan Pemerintah Belum Tiba, Perusahaan Bergerak Lebih Dulu
Ironisnya, di tengah situasi banjir yang sudah berlangsung seminggu, bantuan pemerintah belum juga tiba.
Bantuan yang ada justru datang dari pihak swasta.
“Untuk sementara ini bantuan baru dari perusahaan untuk dari pemerintah masih dalam proses informasinya,” ujar Ali.
Dua perusahaan yang bergerak cepat menyalurkan bantuan ke Muara Pantun adalah PT Emas dan PT Sinarmas.
Bantuan yang diberikan berupa sembako untuk kebutuhan dasar warga desa Muara Pantun.
“Dari PT Emas sama PT Sinarmas. Berupa sembako,” ucapnya.
Jalan Poros Rusak Parah, Distribusi Bahan Pokok Tersendat

Akses keluar-masuk Desa masih menjadi persoalan serius.
Jalan poros menuju Muara Pantun mengalami kerusakan parah akibat hujan terus-menerus.
Jalur ini merupakan satu-satunya akses utama distribusi bahan pokok dari kecamatan Muara Wahau dan kecamatan Kongbeng.
Tag



