Mengingat total kebutuhan mencapai Rp16 miliar, pencairan dilakukan dalam dua tahap.
Tahap pertama sebesar Rp1,6 juta dicairkan melalui APBD Murni 2025, sedangkan tahap lanjutan memberikan tambahan Rp3,4 juta bagi mahasiswa S1 dan Rp4,2 juta bagi mahasiswa S2, dengan total minimal Rp5,8 juta per penerima pada tahap kedua.
Salah satu mahasiswa yang mengonfirmasi pencairan tersebut adalah Tanti Ayu, mahasiswa S2 UINSI Samarinda.
“Alhamdulillah sudah cair tadi jam 11.56 WITA. Total saya terima Rp10 juta,” ujarnya.
Ketua BEM Universitas Kutai Kartanegara, Muhammad Ibnu Ridho, juga menguatkan kabar tersebut.
“Sebagian teman sudah menerima sisa beasiswa penuh. Komitmen Rp5 juta untuk mahasiswa S1 sudah masuk lengkap,” katanya.
Dengan selesainya pencairan tahun 2025, rangkaian ketidakpastian yang sempat memicu keresahan mahasiswa akhirnya terjawab.
Tag



