ARUSBAWAH.CO - Masalah tempias hujan yang menerobos lorong bangunan Pasar Pagi Samarinda kini mendapatkan solusi, tapi tidak membebani APBD.
Pemerintah kota menegaskan perbaikan akan ditanggung oleh kontraktor melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR), bukan pakai dana konglomerat, apalagi menggunakan anggaran daerah.
Kontraktor Bersedia Bertanggung Jawab
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menekankan bahwa perbaikan telah disepakati bersama kontraktor pelaksana.
Dana CSR digunakan sebagai bentuk tanggung jawab kontraktor atas fungsi bangunan yang belum optimal.
“Tempias itu sudah kami komunikasikan. Kontraktor menyatakan siap menindaklanjuti dan tidak membebani APBD,” ujar Yama, sapaan akrabnya, Rabu (14/1/2026).
Perbaikan Tetap Menjaga Ventilasi Bangunan
Meski ada masalah hujan masuk, pemerintah menolak penutupan permanen bangunan demi menjaga konsep cross ventilation atau ventilasi silang.
Tag



