Arus Publik

Ada Kader Golkar Diisukan Bersaing di Bursa Ketua KONI Kaltim, Arahan Partai?

Senin, 23 Februari 2026 22:7

WAWANCARA - Anggota DPRD Kalimantan Timur fraksi Golkar, Syarifatul Sya'diah. (Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Bursa calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai ramai diperbincangkan.

Sejumlah nama yang masuk mencuat di antaranya Ketua DPRD Balikpapan Alwi Alqadri, anggota Komisi IV DPRD Kaltim Syahariah Mas'ud, serta Sirajuddin yang akrab disapa Haji Jawad.

Dari tiga nama tersebut, dua di antaranya merupakan kader Partai Golkar, yakni Alwi Alqadri dan Syahariah Mas’ud.

Syahariah sendiri diketahui merupakan saudara kandung Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud.

Bendahara Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada arahan khusus dari partai terkait pencalonan kader dalam bursa Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim.

“Sepanjang memang diusung oleh cabang-cabang olahraga (cabor), ya sah-sah saja. Semua kan tergantung dari cabor yang punya suara. Biasanya kan berdasarkan suara terbanyak,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, pencalonan dalam organisasi seperti KONI sepenuhnya merupakan kewenangan anggota melalui mekanisme musyawarah sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART).

Ia menegaskan, yang terpenting adalah calon memiliki kemampuan, komitmen, serta dukungan mayoritas.

“Sepanjang memang mampu, punya passion, dan didukung, tidak ada masalah,” katanya.

Tegaskan Tak Ada Arahan Partai

Terkait kemungkinan adanya arahan partai agar kader tertentu maju, Syarifatul memastikan Golkar tidak pernah mengeluarkan instruksi khusus.

"Kalau sejauh ini sih, saya tidak pernah mendengar gitu (arahan) sih, ya tergantung pribadi masing-masing saja," tegasnya.

Dua Kader Golkar di Bursa Ketua KONI Kaltim

Menanggapi dua kader Partai Golkar, yakni Syahariah Mas'ud dan Alwi Alqadri yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat, Syarifatul menilai keputusan untuk maju sepenuhnya menjadi hak pribadi masing-masing dan bergantung pada kesiapan serta dukungan yang diperoleh melalui mekanisme organisasi.

“Kalau yang didukung tidak bersedia, ya tidak bisa juga. Itu hak pribadi masing-masing,” ujarnya.

Ia juga menanggapi anggapan bahwa figur anggota legislatif dinilai memiliki nilai tambah dalam memimpin KONI, terutama dari sisi dukungan dan kemudahan koordinasi anggaran. Meski demikian, ia menilai hal tersebut tetap harus dikembalikan pada mekanisme organisasi.

“Intinya semua berdasarkan musyawarah mufakat atau suara terbanyak. Apapun itu, ada AD/ART yang mengatur. Siapapun yang didukung mayoritas dan bersedia menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, ya tidak ada masalah,” tuturnya.

KORMI dan KADIN Juga Dipimpin Figur Afiliasi Golkar

Di sisi lain, sejumlah organisasi strategis di daerah juga dipimpin figur yang memiliki afiliasi dengan Golkar.

Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kaltim diketahui dipimpin Sarifah Suraidah Harum, sementara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Kaltim dipimpin Putri Amanda Nurramadani, yang diduga kuat memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

Menanggapi hal tersebut, Syarifatul Sya’diah menilai kepemimpinan di organisasi-organisasi itu tetap merupakan hasil mekanisme internal masing-masing lembaga sesuai aturan yang berlaku, bukan semata-mata karena faktor partai politik.

"Kalau saya sih, sepanjang itu keputusan bersama melalui suara terbanyak atau musyawarah mufakat dan sesuai AD/ART, tentu tidak ada masalah. Siapa pun yang didukung mayoritas dan siap menjalankan tugasnya, silakan," pungkasnya. 

Sebagai informasi, Musyawarah Provinsi (Musprov) KONI Kalimantan Timur dijadwalkan akan digelar pada Maret 2026 mendatang.

Adapun Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menyatakan tak akan maju lagi dalam Musprov mendatang. (raf)

 

Tag

MORE