Advertorial

51 Persen Siswa Tak Tertampung, Damayanti Kritik Zonasi dan Daya Tampung SMA

Selasa, 10 Juni 2025 13:2

POTRET - Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti/ Foto: HO

ARUSBAWAH.CO - Pemerataan kualitas pendidikan dinilai menjadi solusi utama mengatasi persoalan SPMB di Kalimantan Timur.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, menyebut bahwa persoalan rebutan masuk sekolah unggulan tak akan terjadi apabila kualitas sekolah sudah merata, menjelang dimulainya SPMB pada 16 Juni.

Damayanti menilai bahwa akar persoalan dalam SPMB bukan hanya terletak pada sistem zonasi, tetapi pada belum meratanya mutu pendidikan di setiap sekolah, terutama jenjang SMA.

Ia berpendapat, apabila semua sekolah memiliki standar yang setara, masyarakat tidak akan lagi berorientasi pada sekolah favorit. 

“Kalau kualitas sekolah merata di tiap kabupaten, saya yakin persoalan SPMB ini tidak akan muncul lagi. Itu harapan saya,” ucapnya.

Ini adalah pengalaman pertama Damayanti menghadapi pelaksanaan SPMB sejak dirinya menjabat sebagai legislator baru.

Melalui reses di dapil Balikpapan, ia menerima sejumlah keluhan masyarakat mengenai keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah tersebut.

Ia mengungkapkan bahwa SMA negeri di daerah tersebut hanya bisa menampung sekitar 51 persen lulusan SMP. 

“Balikpapan Tengah bahkan tak punya sekolah menengah atas. Lalu, ke mana anak-anak ini harus bersekolah?” ungkapnya.

Menurutnya, zonasi berdampak pada terbatasnya pilihan siswa, terutama bila tidak terdapat sekolah dalam radius kediaman mereka.

Ia turut menyinggung ketimpangan pandangan masyarakat di Samarinda yang masih mengelompokkan sekolah unggulan dan sekolah biasa. 

Karena itu, ia menegaskan pentingnya pemerataan guru berkualitas agar semua sekolah dipandang setara.

Damayanti juga menyinggung bahwa program bantuan pendidikan GratisPol belum mencakup siswa dari sekolah swasta.

Damayanti mempertanyakan apakah anak-anak yang gagal masuk sekolah negeri dapat memperoleh bantuan pendidikan jika memilih sekolah swasta. 

“Kalau di negeri terbantu, tapi kalau masuk swasta biayanya luar biasa. Setidaknya GratisPol ini bisa sedikit menenangkan mereka yang tidak mendapat tempat di sekolah negeri,” jelasnya.

Menurutnya, pendidikan harus ditempatkan sebagai prioritas utama demi menyiapkan generasi muda Kalimantan Timur yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah. 

Ia pun menegaskan bahwa hal itu adalah bagian dari investasi masa depan. (adv)

Tag

MORE