ARUSBAWAH.CO - Di tengah gempuran pembangunan dan alih fungsi lahan, Kalimantan Timur masih menyimpan beberapa benteng penting konservasi pelestarian alam.
Kawasan konservasi pelestarian alam tersebut bukan hanya surga bagi beragam flora dan fauna langka, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
Bahkan, kehadiran kawasan konservasi pelestarian alam yang semestinya berpotensi sebagai kekayaan di Bumi Etam ini justru malah turut menjadi saksi bisu tarik-menarik antara kelestarian alam dan kepentingan manusia.
Berikut ini beberapa kawasan konservasi pelestarian alam untuk beragam kekayaan flora dan fauna sekaligus tantangan di jantung Kalimantan Timur.
KWPLH Balikpapan
Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup atau KWPLH Balikpapan, yang lebih dikenal sebagai Pusat Beruang Madu, adalah destinasi edukasi alam yang berjarak sekitar 23 km di utara Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Perjalanan kisah KWPLH Balikpapan dimulai pada 2002, ketika beruang madu diresmikan sebagai maskot Balikpapan, terinspirasi dari penelitian perdana yang mengungkap kehidupan satwa langka ini di Hutan Lindung Sungai Wain, hutan tropis yang menjadi paru-paru kota.
Dua tahun kemudian, Pemerintah Kota bersama lembaga donor swasta dan para pakar margasatwa membangun pusat pendidikan beruang madu dengan enklosur alami seluas 1,3 hektar di KWPLH Balikpapan.
Enklosur KWPLH Balikpapan ini menjadi rumah bagi tujuh beruang madu yang tidak lagi dapat dilepaskan ke alam liar.
Diakui sebagai salah satu yang terbaik di Asia, KWPLH Balikpapan ini tak hanya menjaga kelestarian maskot Balikpapan, tetapi juga menarik puluhan ribu pengunjung, mencapai 70.000 wisatawan domestik dan mancanegara pada 2013, untuk melihat sang “penjaga hutan” di habitatnya yang menyerupai alam asli.
Hutan Lindung Sungai Wain
Dikenal dengan pesona alam dan kekayaan hayati yang luar biasa, Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) menjadi salah satu destinasi wisata minat khusus yang memadukan keindahan hutan dan pesona sungai.
Tag



