Arus Daerah

Wisata Kalimantan Timur

3 Bukit Hits di Samarinda & Tenggarong! Cocok untuk Mendaki Sekaligus Spot Wisata

3 Bukit Wisata di Samarinda & Tenggarong

Jumat, 29 Agustus 2025 17:15

BUKIT WISATA - Cocok untuk mendaki sekaligus spot wisata, yuk lihat pesona 3 bukit hits di Samarinda & Tenggarong (Foto: Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Belakangan ini, wisata alam berupa mendaki bukit semakin digemari, terutama di kalangan anak muda.

Selain untuk olahraga, aktivitas mendaki juga menjadi cara melepas penat sekaligus mencari spot terbaik menikmati pemandangan.

Di Samarinda dan Tenggarong, Kalimantan Timur, ada sejumlah bukit yang tengah hits dan banyak dikunjungi karena menawarkan keindahan alam sekaligus pengalaman mendaki yang berkesan.

Penasaran ada bukit apa saja? Yuk, simak informasinya, siapa tahu jadi makin tertarik untuk mendaki!

3 Bukit Hits di Samarinda & Tenggarong, Cocok untuk Mendaki Sekaligus Jadi Spot Wisata

1. Bukit Steling

Pemandangan Bukit Steling (Foto: Arusbawah.co)

Ada satu destinasi di Kota Samarinda yang belakangan jadi incaran pencinta alam dan penikmat pemandangan indah.

Namanya Bukit Steling, tempat yang cocok untuk melepas penat sekaligus menikmati panorama Kota Tepian dari sudut berbeda.

Menariknya, jalur menuju puncak tergolong ramah untuk pemula.

Hanya dengan waktu sekitar 15–30 menit, siapa pun sudah bisa berdiri di ketinggian dan menyaksikan kapal-kapal besar melintas di Sungai Mahakam, ditemani hamparan cakrawala kota yang luas.

Ribuan ponton yang berlalu-lalang setiap harinya juga bisa terlihat jelas dari atas bukit, menghadirkan perpaduan unik antara hiruk-pikuk kota dan ketenangan alam.

Lokasinya berada di Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Akses masuknya cukup tersembunyi karena berada di gang kecil di antara permukiman warga.

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp5.000-Rp10.000 per orang, pengunjung akan diarahkan ke jalur setapak yang menjadi titik awal pendakian.

Pada awalnya, jalur berupa tangga beton yang cukup panjang.

Meski sedikit menguras napas, suasana sekitar yang tenang serta sapaan ramah warga membuat langkah terasa ringan.

Setelah itu, jalur berubah menjadi jalan tanah dan bebatuan yang lebih menanjak, memberi tantangan tersendiri sebelum mencapai puncak.

Tak perlu khawatir, karena di tengah perjalanan terdapat sebuah warung sederhana.

Itu tanda bahwa posisi sudah setengah jalan menuju puncak.

Tipsnya, bawalah air minum yang cukup dan sebaiknya mendaki bersama teman agar perjalanan terasa lebih aman dan menyenangkan.

Pemandangan Bukit Steling (Foto: Arusbawah.co)

Sesampainya di puncak dengan ketinggian sekitar 117 meter, semua lelah langsung terbayar lunas.

Angin sejuk berembus, sementara pandangan dimanjakan oleh lanskap 360 derajat Kota Samarinda.

Sungai Mahakam tampak berkelok indah, jembatan Mahakam berdiri megah, dan bangunan kota terlihat dari kejauhan.

Waktu terbaik untuk datang ke sini adalah saat sunrise dan sunset.

Jika ingin menikmati matahari terbenam, disarankan mulai mendaki sekitar pukul 16.30 WITA.

Sementara itu, bagi yang ingin menyaksikan keindahan mentari pagi, mulailah pendakian sekitar pukul 04.30 WITA.

Di puncak, sudah tersedia warung kecil yang menjual minuman hangat dan makanan ringan, lengkap dengan beberapa tempat duduk aman di tepi tebing.

Banyak pengunjung memilih bersantai sambil menyeruput kopi atau menggelar tikar untuk menikmati suasana.

Bukan hanya sebagai spot foto atau berburu senja, Bukit Steling juga dijadikan sebagai ruang untuk refleksi diri dan melepas penat dari rutinitas.

Jika sedang berada di Samarinda, jangan lewatkan kesempatan untuk menjajal pendakian singkat ini.

Bukit Steling akan memberi pengalaman sederhana namun meninggalkan kesan yang seru!

Lokasi: Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda

HTM: Rp5.000-Rp10.000

Spot Wisata: Mendaki ramah pemula, pemandangan sungai mahakam dan sekitar

2. Bukit Lonceng

Pemandangan Bukit Lonceng (Foto: Arusbawah.co)

Bukit Lonceng kini menjelma menjadi salah satu spot wisata di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Dikenal sebagai titik strategis untuk pemancar televisi dan telekomunikasi, kawasan Bukit Lonceng kini ramai dibicarakan karena hadirnya wahana foto unik dengan panorama indah Sungai Mahakam dan Kota Tepian.

Lokasi Bukit Lonceng berada di Jalan Dwikora, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang.

Dua warga setempat, Sayid Gazali Bahasyim (45) atau Zali, dan rekannya Sahyudin (39), menjadi sosok di balik perubahan wajah Bukit Lonceng.

Awalnya, mereka hanya berniat memanfaatkan lahan pinjaman untuk berkebun.

Namun karena cuaca tidak mendukung, sebagian tanaman justru mati.

Frustrasi akibat kerugian, keduanya menemukan ide baru ketika banyak warga datang untuk berswafoto dengan latar pemandangan Samarinda dan Sungai Mahakam.

Dari situlah lahir wahana selfie berbentuk perahu, sarang burung raksasa, tangan raksasa, ayunan, hingga lambang hati dan panah.

Pemandangan Bukit Lonceng (Foto: Arusbawah.co)

Dengan modal sekitar Rp1 juta, spot-spot unik ini akhirnya berdiri dan langsung menarik perhatian netizen setelah fotonya tersebar di media sosial.

Agar destinasi tetap terawat, keduanya sepakat menetapkan tiket masuk Rp5.000-Rp10.000 per orang.

Hasilnya digunakan untuk biaya pemeliharaan, sementara pedagang dan juru parkir tidak dipungut biaya sehingga warga sekitar juga bisa merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan wisata ini.

Bahkan pemilik lahan pun kini menyewakan tanah tersebut secara resmi.

Meski begitu, masalah izin masih menjadi pekerjaan rumah.

Zali menegaskan bahwa legalitas sangat penting agar destinasi ini tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Beruntung, Dinas Pariwisata Samarinda telah menyatakan dukungan dan mendorong agar lokasi ini dikelola dengan baik.

Bukit Lonceng kini buka setiap hari pukul 09.00–23.00 WITA, menjadi pilihan wisata murah meriah bagi warga Samarinda maupun wisatawan luar daerah.

Lokasi: Jalan Dwikora, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda Seberang

HTM: Rp5.000-Rp10.000

Spot Wisata: Mendaki ramah pemula, beragam spot foto instagram-able, tempat duduk, pemandangan sungai mahakam dan sekitar

3. Bukit Biru

Pemandangan Bukit Biru (Foto: Arusbawah.co)

Mendaki gunung maupun bukit kini bukan lagi sekadar olahraga, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup, khususnya bagi kalangan milenial dan generasi Z.

Aktivitas ini dianggap sebagai cara untuk melepas penat, mencari ketenangan, sekaligus menikmati keindahan alam.

Salah satu lokasi yang kembali viral belakangan ini adalah Bukit Biru.

Destinasi wisata alam ini terletak di Desa Sumber Sari, Kelurahan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Dari Kota Samarinda, jaraknya hanya sekitar 1-1,5 jam perjalanan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Waktu terbaik untuk mendaki ke Bukit Biru adalah pada pagi hari sekitar pukul 04.00–05.00 WITA untuk menyambut sunrise yang indah dengan udara sejuk dan kabut tipis.

Alternatif lainnya, pengunjung juga bisa datang pada sore hari sekitar pukul 16.00–17.00 WITA untuk menikmati panorama sunset.

Dari puncak, terlihat jelas pemandangan Sungai Mahakam, Jembatan Kutai Kartanegara, hingga Kota Tenggarong dari kejauhan.

Untuk masuk ke kawasan ini, wisatawan hanya perlu membayar tiket sebesar Rp5.000-Rp10.000 per orang.

Sebelum memulai mendaki, pengunjung wajib mengisi buku tamu di loket sebagai bagian dari aturan keselamatan yang diterapkan pengelola.

Terdapat dua area utama di Bukit Biru, yakni puncak bukit dan area camping.

Bagi yang ingin sampai ke puncak, jalurnya cukup menantang dengan medan setapak yang menanjak curam.

Pemandangan Bukit Biru (Foto: Arusbawah.co)

Perjalanan biasanya memakan waktu antara 40 menit hingga 1 jam.

Karena jalurnya cukup ekstrem, pendakian ke puncak tidak disarankan untuk ibu hamil, anak kecil, maupun lansia.

Sebaliknya, bagi yang ingin pengalaman lebih santai, area camping bisa jadi pilihan.

Akses menuju area ini relatif lebih mudah karena sudah dilengkapi jalur tangga.

Meski tidak setinggi puncak, pemandangan dari sini tetap memukau.

Fasilitas di Bukit Biru cukup memadai.

Tersedia warung sederhana, toilet umum, serta area istirahat yang bisa digunakan pengunjung.

Meski begitu, pendaki disarankan membawa perlengkapan pribadi, seperti sepatu trekking anti-slip, tongkat pendakian, pakaian yang menyerap keringat, serta persediaan air minum 1–2 liter agar tetap terhidrasi.

Menghindari musim hujan juga penting supaya jalur tidak terlalu licin.

Kini, Bukit Biru semakin ramai dikunjungi wisatawan, bukan hanya dari Tenggarong, tetapi juga dari Samarinda hingga Balikpapan.

Bagi pecinta traveling, khususnya wisata alam, Bukit Biru adalah destinasi yang layak masuk dalam daftar perjalanan.

Lokasi: Desa Sumber Sari, Kelurahan Loa Kulu, Kukar

HTM: Rp5.000-Rp10.000

Spot Wisata: Jalur mendaki cukup esktrem, pemandangan alam dari ketinggian (cocok untuk pengalaman lebih menantang)

Penutup

Tiga bukit populer ini membuktikan bahwa Samarinda dan Tenggarong punya banyak destinasi alam yang sayang dilewatkan.

Mulai dari jalur mendaki singkat dengan panorama kota, wahana foto unik, hingga sunrise dan sunset memukau dari ketinggian.

Tak heran, Bukit Steling, Bukit Lonceng, dan Bukit Biru kini menjadi pilihan favorit wisatawan untuk berlibur sekaligus menikmati suasana alam yang menyegarkan.

Jadi, jika akhir pekan nanti mencari alternatif wisata murah meriah tapi berkesan, tiga bukit ini bisa masuk daftar tujuan utama. (apr)

Tag

MORE