ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) telah mengirim lebih dari 68 ton beras bantuan untuk masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang terdampak kekeringan.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti, bersyukur bantuan ini bisa tersalurkan meski sempat mengalami kendala teknis.
“Alhamdulillah kemarin (4/8/2025) sudah kita kirimkan. Memang sempat terkendala karena kebocoran plastik, tapi bisa diatasi dengan repacking ke karung. Cadangan beras kita masih cukup,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Stok Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD)
Sebagai informasi, cadangan beras pemerintah daerah (CPPD) yang dikelola DPTPH Kaltim sempat mengalami hambatan, namun tetap aman untuk didistribusikan.
Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 13 Desember 2024, stok CPPD di Kalimantan tercatat:
Kalimantan Timur: 506,32 ton
Kalimantan Selatan: 415,51 ton
Kalimantan Barat: 358,83 ton
Kalimantan Tengah: 106,76 ton
Kalimantan Utara: 83,08 ton
Secara nasional, total stok CPPD hingga Desember 2024 mencapai 7.500 ton.
Penyaluran ke Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai
Bantuan beras dari Pemprov Kaltim akan disalurkan secara merata kepada seluruh kepala keluarga (KK) di dua kecamatan paling terdampak, yakni:
- Kecamatan Long Apari: 1.577 KK
- Kecamatan Long Pahangai: 1.851 KK
Dengan demikian, total penerima manfaat mencapai 3.428 KK.
“Insya Allah aman berasnya setelah dilakukan packing ulang,” tegas Amaylia.
Kendala Distribusi: Cuaca dan Akses Jalan
Amaylia menambahkan, kendala utama distribusi bantuan adalah faktor cuaca dan keterbatasan akses jalan menuju Mahulu.
Beras CPPD dari Samarinda diputuskan untuk dikirim melalui jalur sungai menuju Kecamatan Long Iram, kemudian dilanjutkan via darat dengan koordinasi Pemkab Mahulu.
“Titik bagi beras sepenuhnya menjadi tanggung jawab Pemkab Mahulu. Kami hanya menunggu laporan serah terima kepada masyarakat maksimal satu bulan setelah penyaluran,” jelasnya.
Bantuan Lain Akan Menyusul
Terkait distribusi pangan lain atau bantuan makanan instan, Amaylia menegaskan bahwa hal tersebut kemungkinan akan ditangani oleh dinas lain.
“Untuk bantuan pangan lain, mungkin akan menjadi leading sector Dinas Sosial,” tandasnya. (adv)




