Jayden Octave Tiolando Tampil Gemilang di Final
Salah satu peraih Super Tiket dari jalur turnamen adalah Jayden Octave Tiolando asal Siak, Riau.
Ia menjadi juara kategori KU-11 putra usai mengalahkan Nathan Alfariqi Aldyhara dengan skor 21-14, 21-18.
Jayden mengaku sempat kesulitan menghadapi lawan yang memiliki postur lebih tinggi dan tenaga lebih kuat.
Namun, perubahan strategi menjadi kunci kemenangan.
"Senang banget dan terharu bisa berhasil mendapatkan Super Tiket di Pekanbaru ini. Sejak awal, keinginan saya memang ingin masuk PB Djarum karena fasilitasnya sangat bagus," ujar Jayden.
Ia mengaku lebih banyak mengandalkan permainan drop shot, netting, dan smash untuk meredam kekuatan lawan.
Chelsea Amanda Bidik Mimpi Jadi Juara Dunia
Di sektor KU-12 putri, Chelsea Amanda asal Deli Serdang, Sumatera Utara, juga memastikan Super Tiket setelah mengalahkan Rayya Aufa Tanjung dengan skor 21-15, 21-13.
Meski menang, Chelsea mengaku masih memiliki pekerjaan rumah, terutama meningkatkan kecepatan pergerakan kaki saat bermain di depan net.
"Saya merasa permainan saya sudah cukup bagus. Namun, saya masih harus memperbaiki reaksi kaki agar lebih cepat mengambil bola di depan lapangan," katanya.
Chelsea mengaku siap menjalani karantina di Kudus meski harus jauh dari kedua orang tuanya.
"Target saya adalah menjadi atlet PB Djarum dan suatu saat bisa menjadi pemain kelas internasional," ucapnya.
Super Tiket Tambahan Jadi Kesempatan Kedua
Selain juara turnamen, Tim Pencari Bakat PB Djarum juga memberikan Super Tiket tambahan kepada sembilan atlet yang dinilai memiliki potensi besar.
Salah satunya adalah Bellvania Safistika Sheila Mahaeswari atau Bibel.
Meski langkahnya terhenti di perempat final, teknik bermain dan semangat juangnya membuat tim pencari bakat tetap memberikan kesempatan mengikuti karantina.
Tag



