Orang nomor satu di Kota Samarinda itu menyebut peringatan seperti ini penting sebagai sarana menggali keteladanan dan prinsip perjuangan Bung Karno.
Dalam sambutannya Ia mengutip nilai spiritual dari pembacaan ayat Al-Qur’an dalam pembukaan acara sebagai pengingat bahwa kekuasaan sejati hanya milik Tuhan.
“Ini momen kita merenung dan kembali pada semangat perjuangan yang lurus,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa Pancasila adalah pusaka tak ternilai yang diwariskan Bung Karno, dan tidak semua bangsa memiliki filosofi kebangsaan sekuat itu.
“Bung Karno menyebutnya The Philosophische Grondslag, fondasi filsafat bangsa Indonesia,” kata Andi Harun menutup orasinya.
(wan)
Baca juga:

Ads Arusbawah.co
Tag




