“Jadikan Pancasila panduan hidup. Jangan berhenti di jargon. Kota ini butuh persatuan, keadilan, dan kerja nyata,” ujar Sugiyono.
Ia juga mengkritik kondisi politik kekinian yang, menurutnya, kerap menjauh dari spirit Bung Karno.
Terutama dalam konteks pembangunan daerah yang terlalu berorientasi proyek fisik tanpa keseimbangan nilai-nilai kebudayaan dan sosial.
“Jangan sampai kita kehilangan ruh perjuangan hanya karena tergiur proyek dan kekuasaan,” sindirnya.
Sugiyono menutup orasinya dengan mengajak agar seluruh kader PDI Perjuangan memperkuat solidaritas dan keberpihakan kepada rakyat.
“Haul ini bukan nostalgia, ini panggilan sejarah. Bung Karno meninggalkan ide, bukan hanya nama. Mari kita buktikan di lapangan, bukan hanya di panggung-panggung seremoni,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun yang juga hadir memberikan pandangan dari perspektif pemimpin daerah.
Andi Harun menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya haul yang menurutnya merupakan bentuk penghormatan kepada sang Proklamator Ir. Soekarno.
“Haul adalah tradisi luhur bangsa Indonesia, khususnya bagi kita yang menghormati jasa para pendahulu,” ujar Andi Harun.
Tag



