Advertorial

Diskominfo Kaltim

1.197 Kasus Terdeteksi, Pemprov Kaltim Gencarkan Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil

Senin, 28 Juli 2025 17:21

ILUSTRASI VIRUS HEPATITIS B - Pemprov Kaltim Gencarkan Deteksi Dini Hepatitis B pada Ibu Hamil (Foto: RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso)

ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) intensif menjalankan program deteksi dini hepatitis B pada ibu hamil sebagai langkah strategis menekan penyebaran penyakit yang menyerang organ hati tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan dalam peringatan Hari Hepatitis Sedunia di Samarinda, Senin (28/7/2025), bahwa upaya ini menjadi bagian dari strategi komprehensif pemerintah dalam pencegahan sekaligus penanganan hepatitis di wilayah Benua Etam.

“Program ini kami prioritaskan karena angka kasus pada kelompok ibu hamil cukup tinggi,” ungkapnya.

Dari hasil skrining terhadap 55.000 ibu hamil di Kaltim, ditemukan sekitar 1.197 orang positif hepatitis B.

Temuan ini disebutnya sebagai perhatian serius yang memerlukan intervensi cepat.

Menurut Jaya, pemeriksaan sejak awal kehamilan sangat krusial.

Jika ibu hamil terdeteksi positif, tim medis dapat segera memberikan pengobatan dan penanganan yang tepat.

Langkah ini tidak hanya melindungi kesehatan sang ibu, tetapi juga memutus potensi penularan virus dari ibu ke janin.

Hepatitis, lanjutnya, adalah penyakit menular yang berisiko berkembang menjadi kondisi kronis hingga kanker hati.

Ia juga menjelaskan perbedaan jenis hepatitis.

Hepatitis A umumnya dapat sembuh total, sementara hepatitis B berpotensi menetap menjadi kronis.

Ada pula hepatitis C yang kerap terjadi bersamaan dengan infeksi lain, seperti HIV.

“Selain deteksi dini, vaksinasi menjadi pencegahan utama agar masyarakat terlindungi dari berbagai jenis hepatitis,” tegasnya.

Vaksin hepatitis telah masuk dalam daftar 14 imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan kepada balita, sebagai upaya membentuk kekebalan tubuh sejak dini.

Pemprov Kaltim juga memperluas cakupan skrining ke anak sekolah melalui program pemeriksaan kesehatan, serta ke kelompok berisiko tinggi, seperti tenaga kesehatan dan penderita HIV.

Untuk pengidap HIV, fokus pemeriksaan diarahkan pada hepatitis C karena potensi infeksi ganda yang sering terjadi.

“Tahun ini kami menargetkan deteksi dini hepatitis B dan C bisa menjangkau 96,7 persen populasi sasaran, mulai dari ibu hamil, bayi baru lahir, anak sekolah, hingga kelompok berisiko lainnya,” tutur Jaya Mualimin. (adv)

Tag

MORE