ARUSBAWAH.CO - Di tengah tingginya jumlah pencari kerja di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), banyak warga mengaku kesulitan mendapatkan informasi lowongan pekerjaan yang sesuai.
Bukan karena tidak ada peluang, tetapi karena informasi sering kali tidak sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Kondisi itulah yang mendorong Pemerintah Kabupaten Kukar meluncurkan aplikasi lowongan kerja berbasis daring bernama SIAP KERJA.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam kegiatan Launching Program RTku Terbaik di Aula Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang.
Bagi Aulia, aplikasi ini bukan sekadar layanan digital baru, melainkan bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari.
Informasi Lowongan Kerja Akan Menjangkau Hingga Tingkat RT
Aulia mengatakan salah satu persoalan yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah tingginya angka pencari kerja yang belum diimbangi dengan pemerataan akses informasi terkait peluang kerja yang tersedia di Kukar.
Menurutnya, banyak lowongan pekerjaan sebenarnya tersedia, namun informasi tersebut tidak selalu sampai kepada masyarakat yang sedang membutuhkan pekerjaan.
Karena itu, Pemkab Kukar ingin memastikan informasi lowongan kerja dapat menjangkau warga hingga tingkat paling bawah melalui keterlibatan RT dan perangkat desa.
"Kegelisahan tingginya angka pencari kerja sering kali tidak dibarengi dengan informasi terkait terbukanya lapangan pekerjaan di Kukar. Melalui aplikasi ini, kita ingin memastikan informasi lowongan kerja bisa langsung sampai ke anak-anak kita yang sedang mencari kerja," ujar Aulia.
Ia menegaskan pemerintah daerah ingin menjadi penghubung antara dunia usaha dan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, sehingga peluang kerja yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal oleh warga Kukar.
Setahun Memimpin, Pemkab Kukar Buka Kanal Pengaduan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Aulia juga menyinggung satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rendi Solihin.
Ia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program pembangunan daerah yang perlu terus diperbaiki.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada publik, Pemkab Kukar turut meluncurkan portal pengaduan masyarakat yang dapat digunakan warga untuk menyampaikan berbagai keluhan maupun masukan terkait pelayanan pemerintah.
"Masih banyak hal yang harus diperbaiki, maka portal pengaduan ini dibuat supaya kinerja kita bisa terus dimonitor. Masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya secara langsung lewat portal tersebut," katanya.
Kukar Siapkan Fondasi Ekonomi Baru di Tengah Menurunnya Sektor Tambang
Aulia juga menyoroti tantangan ekonomi yang tengah dihadapi Kukar.
Menurutnya, penurunan aktivitas sektor pertambangan sejak awal 2025 memberikan dampak signifikan terhadap kondisi perekonomian daerah.
Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kukar berada di angka 3,43 persen atau berada di bawah rata-rata nasional.
Meski demikian, ia melihat peluang baru dari sektor-sektor nonpertambangan yang menunjukkan pertumbuhan cukup menjanjikan.
Pemerintah daerah pun mulai menyiapkan fondasi ekonomi baru agar Kukar tidak terus bergantung pada sektor ekstraktif.
Sektor pertanian, pangan, dan pariwisata disebut menjadi fokus utama pembangunan ke depan.
Kukar dinilai memiliki potensi besar, mulai dari kekayaan seni dan budaya, warisan sejarah, destinasi alam seperti air terjun dan danau, hingga bentang Sungai Mahakam yang selama ini menjadi identitas daerah.
"Kita harus mulai menyiapkan ekonomi masa depan. Kukar memiliki potensi yang lengkap untuk berkembang melalui sektor pertanian, pangan, dan pariwisata," ujarnya.
Di akhir sambutannya, Aulia meminta seluruh pemerintah desa, perangkat RT, serta pendamping masyarakat ikut mengawal berbagai program yang dijalankan pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga dan berjalan sesuai tujuan. (red)




