Advertorial

DPRD Kaltim

Wakil Ketua DPRD Kaltim Hadiri Agenda BI, Perkuat Kerja Sama Jaga Stabilitas Ekonomi Daerah

Sabtu, 6 Desember 2025 8:2

DPRD KALTIM - Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, hadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025 (Foto: Dok. DPRD Kalimantan Timur)

ARUSBAWAH.CO - Bank Indonesia (BI) kembali menggelar pertemuan tahunan tingkat provinsi, dan tahun ini Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi salah satu titik pelaksanaannya.

Mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama antara BI dan DPRD Kaltim dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, hadir untuk memastikan sinergi itu berjalan.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Jumat malam (28/11/2025) di Aula Maratua Gedung B Lt. 4 Kantor Perwakilan BI Kaltim, Yenni menyampaikan optimismenya terhadap prospek ekonomi Kaltim.

Ia menilai masuknya Kaltim dalam daftar 38 provinsi yang dipantau BI mencerminkan adanya keyakinan terhadap kemampuan fiskal dan ekonomi daerah.

“Semoga ekonomi dan kondisi fiskal kita semakin baik ke depan,” ungkapnya, merespons paparan dari pejabat BI.

Yenni menambahkan bahwa koordinasi erat antara DPRD Kaltim, pemerintah daerah, dan BI sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Menurutnya, mekanisme pemantauan harga dan respons cepat dari BI maupun pemerintah menjadi kunci agar gejolak harga tidak mengganggu ekonomi daerah.

Ia juga menyoroti ketimpangan pembangunan antarwilayah di Kaltim, terutama daerah pedalaman dan perbatasan yang kerap luput dari perhatian.

Yenni berharap hasil evaluasi BI ini dapat mendorong pemerintah provinsi serta kabupaten/kota mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan publik di wilayah tertinggal.

Yenni menegaskan perlunya distribusi anggaran yang lebih merata.

Ia juga menyoroti sektor-sektor, seperti pertanian, perkebunan, dan ekonomi lokal yang menurutnya perlu dukungan nyata agar dapat berkembang.

Selain itu, ia tengah memantau aspirasi terkait kebutuhan jembatan gantung, akses jalan menuju kebun, dan sarana menuju sekolah.

“Tahun depan ada rencana perbaikan jembatan gantung untuk petani. Harapannya program peningkatan akses pendidikan dan mobilitas warga juga bisa berjalan,” jelasnya.

Menurut Yenni, pertemuan tahunan BI provinsi semacam ini penting sebagai wadah dialog, evaluasi, dan penyusunan strategi menghadapi dinamika ekonomi global.

Ia berharap hasil pembahasan segera diimplementasikan dalam kebijakan daerah.

Menutup pernyataannya, Yenni menyerukan semangat kolaborasi.

“Mari manfaatkan momentum ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Timur,” tuturnya.

(adv)

Tag

MORE