ARUSBAWAH.CO - Sektor usaha makan minum di Kalimantan Timur mencatat lonjakan pertumbuhan paling tinggi pada Triwulan I-2026.
Berdasarkan data ekonomi terbaru, sektor ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tekanan pada sektor tambang.
Badan statistik mencatat, ekonomi Kalimantan Timur secara year on year (y-on-y) tumbuh 2,99 persen dibandingkan Triwulan I-2025.
Usaha Makan Minum Tumbuh Paling Kencang di Kaltim
Dari seluruh lapangan usaha, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 15,94 persen.
Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, pergerakan sektor kuliner, restoran, hingga layanan hospitality di Kalimantan Timur.
Selain itu, beberapa sektor lain juga ikut mencatat pertumbuhan tinggi, seperti:
- Jasa lainnya: 15,78 persen
- Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan motor: 14,97 persen
Tiga sektor ini menjadi penopang utama laju ekonomi daerah di awal 2026.
Sektor Tambang Masih Jadi Penahan Pertumbuhan
Meski banyak sektor tumbuh positif, ekonomi Kaltim masih tertahan oleh sektor utama yaitu pertambangan dan penggalian yang justru mengalami kontraksi 1,19 persen.
Selain itu, jasa keuangan dan asuransi juga turun sebesar 3,05 persen.
Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Kaltim mulai bergerak ke arah diversifikasi, namun ketergantungan pada sektor tambang masih cukup kuat.
Struktur Ekonomi Kaltim Masih Didominasi Tambang
Dari sisi struktur ekonomi, pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi terbesar sebesar 33,45 persen.
Disusul oleh:
- Industri pengolahan: 19,39 persen
- Konstruksi: 11,65 persen
- Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 9,49 persen
- Perdagangan besar dan eceran: 8,49 persen
Meski demikian, sektor usaha makan minum mulai menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam pertumbuhan ekonomi daerah.
Perdagangan hingga Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar
Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,98 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 0,60 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 0,34 persen.
Sementara itu, sektor tambang kembali tercatat memberi andil negatif terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,53 persen.
Ekonomi Kaltim Turun 3,69% Secara Kuartalan
Jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2025 (q-to-q), ekonomi Kalimantan Timur justru mengalami kontraksi 3,69 persen.
Penurunan ini terutama dipicu oleh:
- Pertambangan dan penggalian: -6,72 persen
- Administrasi pemerintahan: -6,36 persen
- Industri pengolahan: -5,51 persen
Namun beberapa sektor tetap tumbuh, termasuk:
- Perdagangan besar dan eceran: 7,59 persen
- Transportasi dan pergudangan: 3,25 persen
- Informasi dan komunikasi: 1,85 persen
- Usaha makan minum: 1,23 persen
Usaha Makan Minum Jadi Sinyal Pergeseran Ekonomi Kaltim
Kinerja positif sektor usaha makan minum menjadi sinyal bahwa konsumsi domestik dan sektor jasa mulai memainkan peran lebih besar dalam ekonomi Kalimantan Timur.
Meski tambang masih mendominasi, tren pertumbuhan ini menunjukkan arah perubahan struktur ekonomi menuju sektor yang lebih berbasis layanan dan konsumsi. (pra)




