Arus Publik

ARUS DATA

Usaha Makan Minum Kaltim Melejit 15,94%, Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2026

Rabu, 20 Mei 2026 11:53

ILUSTRASI - Sektor usaha makan minum di Kalimantan Timur mencatat lonjakan pertumbuhan paling tinggi pada Triwulan I-2026/ Foto: Pexels

ARUSBAWAH.CO -  Sektor usaha makan minum di Kalimantan Timur mencatat lonjakan pertumbuhan paling tinggi pada Triwulan I-2026.

Berdasarkan data ekonomi terbaru, sektor ini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah tekanan pada sektor tambang.

Badan statistik mencatat, ekonomi Kalimantan Timur secara year on year (y-on-y) tumbuh 2,99 persen dibandingkan Triwulan I-2025.

Usaha Makan Minum Tumbuh Paling Kencang di Kaltim

Dari seluruh lapangan usaha, penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 15,94 persen.

Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat, pergerakan sektor kuliner, restoran, hingga layanan hospitality di Kalimantan Timur.

Selain itu, beberapa sektor lain juga ikut mencatat pertumbuhan tinggi, seperti:

  • Jasa lainnya: 15,78 persen
  • Perdagangan besar dan eceran, termasuk reparasi mobil dan motor: 14,97 persen

Tiga sektor ini menjadi penopang utama laju ekonomi daerah di awal 2026.

Sektor Tambang Masih Jadi Penahan Pertumbuhan

Meski banyak sektor tumbuh positif, ekonomi Kaltim masih tertahan oleh sektor utama yaitu pertambangan dan penggalian yang justru mengalami kontraksi 1,19 persen.

Selain itu, jasa keuangan dan asuransi juga turun sebesar 3,05 persen.

Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Kaltim mulai bergerak ke arah diversifikasi, namun ketergantungan pada sektor tambang masih cukup kuat.

Struktur Ekonomi Kaltim Masih Didominasi Tambang

Dari sisi struktur ekonomi, pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi terbesar sebesar 33,45 persen.

Disusul oleh:

  • Industri pengolahan: 19,39 persen
  • Konstruksi: 11,65 persen
  • Pertanian, kehutanan, dan perikanan: 9,49 persen
  • Perdagangan besar dan eceran: 8,49 persen

Meski demikian, sektor usaha makan minum mulai menunjukkan peran yang semakin signifikan dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

 

Perdagangan hingga Transportasi Jadi Penyumbang Terbesar

Dari sisi sumber pertumbuhan ekonomi, sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,98 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 0,60 persen, serta transportasi dan pergudangan sebesar 0,34 persen.

Sementara itu, sektor tambang kembali tercatat memberi andil negatif terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,53 persen.

Ekonomi Kaltim Turun 3,69% Secara Kuartalan

Jika dibandingkan dengan Triwulan IV-2025 (q-to-q), ekonomi Kalimantan Timur justru mengalami kontraksi 3,69 persen.

Penurunan ini terutama dipicu oleh:

  • Pertambangan dan penggalian: -6,72 persen
  • Administrasi pemerintahan: -6,36 persen
  • Industri pengolahan: -5,51 persen

Namun beberapa sektor tetap tumbuh, termasuk:

  • Perdagangan besar dan eceran: 7,59 persen
  • Transportasi dan pergudangan: 3,25 persen
  • Informasi dan komunikasi: 1,85 persen
  • Usaha makan minum: 1,23 persen

Usaha Makan Minum Jadi Sinyal Pergeseran Ekonomi Kaltim

Kinerja positif sektor usaha makan minum menjadi sinyal bahwa konsumsi domestik dan sektor jasa mulai memainkan peran lebih besar dalam ekonomi Kalimantan Timur.

Meski tambang masih mendominasi, tren pertumbuhan ini menunjukkan arah perubahan struktur ekonomi menuju sektor yang lebih berbasis layanan dan konsumsi. (pra)

 

Tag

MORE