ARUSBAWAH.CO - Saat Ramadhan 2026 lalu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji turun lakukan kunjungan kerja ke beberapa kabupaten/ kota di Bumi Etam.
Dari Samarinda, menuju Bontang, hingga terjauh ke Mahakam Ulu (Mahulu).
Di sana, Seno Aji menyisir setiap segmen jalan dari Kecamatan Tering hingga Long Bagun, lalu meninjau lanjutan akses ke Long Pahangai.
Termasuk juga melintasi jalan poros Tering - Ujoh Bilang.
Mobil yang ia tumpangi, ikut merasakan kondisi jalan yang memang masih belum beraspal.
"Jalan poros Tering dan Mahakam Ulu. Kalau kita lihat ke belakang, jalannya memang terjal dan ini satu-satunya handicap yang seringkali masyarakat terjebak. Kita berusaha untuk tahun ini bisa kita lapisi dengan agregat, supaya nanti masyarakat bisa secara sementara bisa dengan mudah naik dan turun," ucapnya.
Status dan Panjang Jalan yang Akan Dibenahi
Peninjauan itu memotret kondisi riil ruas Tering–Ujoh Bilang yang panjangnya mencapai 142,38 kilometer.
Dari total itu, hanya 10,48 km berstatus jalan nasional, sementara 28,17 km dibiayai APBD provinsi Kaltim.
Sisanya, 103,73 km masih non-status, belum masuk standar jalan nasional.
Arusbawah.co kemudian menghimpun data Direktorat Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum yang memberikan info terkait dengan update pengerjaan tersebut.
Kondisi Ruas Tering–Long Bagun
Di jalur utama Tering - Ujoh Bilang, berdasarkan data diterima Arusbawah.co, komposisi permukaan jalannya, yakni:
Aspal: 84,27 km, Beton (rigid): 16,88 km, Urugan pilihan: 25,46 km, dan Tanah: 15,76 km.
Persoalan utamanya bukan hanya panjang, tapi struktur jalan yang terputus-putus.
Jalan bagus tidak tersambung penuh, sehingga kendaraan tetap terganggu di titik-titik tertentu.
Ditarget, pada 2027 dengan posisi pengerjaan yang dilakukan, seluruh jalur Tering-Ujoh Bilang itu bisa dilalui kendaraan.
"Kita dari 0 sampai ke 136 KM itu jarak dari Tering menuju Ujoh Bilang. Alhamdulillah dari 0 KM sampai 41 KM itu sudah relatif baik dan sudah dilewati dengan baik," jelas Seno Aji memaparkan progres awal jalur tersebut
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini berada pada segmen tengah yang memerlukan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
"Kemudian dari KM 41 sampai KM 117 itu ditangani oleh APBN dan saat ini sedang dikerjakan. Nanti sisanya kurang lebih sekitar 13 Kilo yang memang harus kita antisipasi ke depannya," tambahnya.

Intervensi Percepatan Perbaikan Jalan di Km 51 Tering - Ujoh Bilang
Seno Aji turut sampaikan, bahwa untuk ruas jalan Tering - Ujoh Bilang pada kilometer 51, juga sudah dilakukan percepatan untuk lapisan agregat.
Jalur itu, ia sebut kerap kali menyulitkan para pengendara melintas, akibat kondisi jalan yang masih tanah.
"Saat ini, sudah lakukan agregat di kilometer 51 Tering - ujoh Bilang," ucapnya.
Meski hanya sementara, ia sebut, itu dilakukan agar kendaraan bisa melintas jalur handicap itu dengan lebih mudah.
"Dilakukan agregat agar bisa lebih mudah dilalui," ucapnya.
.webp)
Masih Ada Pekerjaan Besar untuk Jalur Long Bagun ke Long Pahangai
Setelah Long Bagun, kondisi langsung turun drastis.
Jalan ini merupakan ruas jalan nasional.
Redaksi turut meminta data dari Bina Marga Kementerian PU untuk kondisi jalan di perbatasan tersebut.
Misalnya, dari Long Bagun ke Long Pahangai (STA 59 + 400), dari total jalan 59 kilometer, hanya 6,22 kilometer yang aspal.
Kemudian, untuk Long Bagun - Long Pahangai (Paluq Bawah) dari total 32,27, seluruhnya masih tanah.
Serta dari Long Bagun - Long Pahangai (Paluq Atas) dari total 27,31 km, seluruhnya juga masih tanah.
(wan/pra)




