Advertorial

Diskominfo Kaltim

Transformasi Ekonomi Kaltim: Fokus UMKM dan Sektor Nonmigas

Minggu, 3 Agustus 2025 21:9

MENJELASKAN - Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud/ IST

ARUSBAWAH.CO -   Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmen mengurangi ketergantungan pada ekspor batu bara dan memperkuat sektor nonmigas, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi baru daerah.

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan, meski Kaltim menyumbang 60 persen produksi batu bara nasional dan 71 persen terhadap perekonomian daerah, batu bara adalah sumber daya tidak terbarukan dengan harga fluktuatif sehingga diperlukan diversifikasi ekonomi.

“Kita harus bertransformasi menuju ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan,” ujar Rudy saat peresmian Export Center Balikpapan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Produk Perikanan dan Perkebunan Unggulan

Kaltim memiliki potensi ekspor nonmigas berupa produk perikanan seperti udang windu organik, kerang, kepiting, ikan segar, dan rumput laut.

Selain itu, komoditas perkebunan seperti kakao, sawit, karet, dan keratom juga menjadi andalan.

Balikpapan mampu mengirimkan 5-8 ton kerang segar setiap hari ke Singapura melalui jalur distribusi Jakarta.

Untuk mendukung distribusi yang lebih cepat dan efisien, Gubernur Rudy berharap adanya rute penerbangan langsung dari Balikpapan ke pasar ekspor utama seperti Singapura dan Hong Kong.

Export Center Balikpapan dan Dukungan UMKM

Export Center Balikpapan yang baru diresmikan diharapkan menjadi pusat pendampingan bisnis dan fasilitator bagi UMKM untuk menembus pasar internasional, meningkatkan daya saing produk lokal.

“Transformasi ekonomi harus berbasis nilai tambah, inklusif, dan berkelanjutan. UMKM adalah pemain kuncinya,” tutup Rudy Mas'ud.

Statistik Ekspor Kaltim Semester I 2025

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, Yusniar Juliana, ekspor produk kimia nonmigas Kaltim meningkat signifikan sebesar 148,82 persen pada semester I 2025 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Meskipun nilai ekspor keseluruhan turun 17,49 persen, bahan bakar mineral seperti batu bara masih mendominasi ekspor nonmigas dengan nilai mencapai 6,99 miliar dolar AS, meski turun 21,51 persen.

Pasar Ekspor Utama

China menjadi tujuan ekspor utama Kaltim dengan nilai 2,75 miliar dolar AS atau 30,34 persen, diikuti India (17,02 persen) dan Filipina (9,51 persen). (adv)

Tag

MORE