ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan komitmen mengurangi ketergantungan pada ekspor batu bara dan memperkuat sektor nonmigas, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi baru daerah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menyampaikan, meski Kaltim menyumbang 60 persen produksi batu bara nasional dan 71 persen terhadap perekonomian daerah, batu bara adalah sumber daya tidak terbarukan dengan harga fluktuatif sehingga diperlukan diversifikasi ekonomi.
“Kita harus bertransformasi menuju ekonomi hijau dan biru yang berkelanjutan,” ujar Rudy saat peresmian Export Center Balikpapan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Produk Perikanan dan Perkebunan Unggulan
Kaltim memiliki potensi ekspor nonmigas berupa produk perikanan seperti udang windu organik, kerang, kepiting, ikan segar, dan rumput laut.
Selain itu, komoditas perkebunan seperti kakao, sawit, karet, dan keratom juga menjadi andalan.
Balikpapan mampu mengirimkan 5-8 ton kerang segar setiap hari ke Singapura melalui jalur distribusi Jakarta.
Untuk mendukung distribusi yang lebih cepat dan efisien, Gubernur Rudy berharap adanya rute penerbangan langsung dari Balikpapan ke pasar ekspor utama seperti Singapura dan Hong Kong.
Tag



