“Selama periode Agustus 2025–November 2025), TPT laki-laki mengalami penurunan 1,16 persen poin, sedangkan TPT perempuan mengalami kenaikan sebesar 2,17 persen poin,” jelasnya.
Pada November 2025, TPT laki-laki tercatat 4,05 persen, sedangkan TPT perempuan lebih tinggi yakni 7,30 persen.
Data tersebut menunjukkan kesenjangan tingkat pengangguran antara laki-laki dan perempuan di Kaltim.
Dari sisi struktur ketenagakerjaan, jumlah penduduk usia kerja di Kalimantan Timur pada November 2025 mencapai 3.146,62 ribu orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.079,44 ribu orang termasuk dalam angkatan kerja, sementara 1.067,18 ribu orang tergolong bukan angkatan kerja.
Jumlah penduduk bekerja tercatat sebanyak 1.971,37 ribu orang. Dalam tiga bulan terakhir, BPS mencatat adanya tambahan penyerapan tenaga kerja.
“Sepanjang Agustus 2025–November 2025, penyerapan tenaga kerja bertambah sebanyak 1,64 ribu orang,” kata Mas’ud.
Dari total penduduk bekerja tersebut, sebanyak 1.574,17 ribu orang merupakan pekerja penuh, 311,81 ribu orang pekerja paruh waktu, dan 85,40 ribu orang setengah pengangguran.
Selain itu, BPS juga memaparkan komposisi tenaga kerja berdasarkan tingkat pendidikan.
Tag



