Laga imbang melawan Irak pun dinilai Ekti sebagai bukti kedewasaan bermain.
Menurutnya, kemampuan bertahan dan menjaga hasil sama pentingnya dengan mencetak gol.
Mental Baja di Fase Gugur
Memasuki perempat final, Indonesia kembali diuji saat menghadapi Vietnam.
Ekti menyebut laga itu memperlihatkan karakter tim yang tidak panik dalam situasi genting.
“Kita unggul, ditekan, lalu menutup laga dengan kemenangan. Ini ciri tim matang,” ujarnya.
Namun, laga semifinal melawan Jepang disebut Ekti sebagai puncak ujian mental.
Dukungan puluhan ribu penonton, drama penalti di menit akhir, hingga perpanjangan waktu menjadi momen penentu.
“Jepang itu raksasa futsal Asia. Bisa menyingkirkan mereka di semifinal, itu sejarah. Di situ saya melihat Indonesia benar-benar naik level,” kata Ekti.
Ia menilai ketenangan pemain Indonesia di extra time sebagai cerminan kematangan tim yang siap berada di level tertinggi.




