ARUSBAWAH.CO - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak menggandeng DBS Foundation, The Asia Foundation, dan Yayasan Karya Dua Anyam untuk membekali calon pengantin dengan literasi keuangan sebagai upaya menekan angka perceraian yang dipicu persoalan ekonomi.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Program SHE CAN, yang menargetkan 1.200 pasangan calon pengantin di enam Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Pontianak.
Program ini menjadi salah satu langkah preventif untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga sejak sebelum pasangan memasuki kehidupan rumah tangga.
Perceraian Masih Didominasi Faktor Ekonomi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat tahun 2026, Kota Pontianak menempati peringkat kedua dengan angka perceraian tertinggi di provinsi tersebut, yakni mencapai 885 kasus.
Selain persoalan penelantaran pasangan, perjudian, dan perselingkuhan, faktor ekonomi disebut masih menjadi penyebab paling dominan.
Mulai dari ketidakstabilan pendapatan, kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, hingga konflik mengenai nafkah keluarga menjadi persoalan yang kerap berujung pada perceraian.
Melalui Program SHE CAN, para calon pengantin akan memperoleh materi mengenai pengelolaan keuangan keluarga, penyusunan tujuan finansial bersama pasangan, hingga pemahaman mengenai kesetaraan peran dalam membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.




