ARUSBAWAH.CO - Bagi sebagian orang, parkir mungkin hanya urusan menitipkan kendaraan.
Namun di balik aktivitas sederhana itu, tersimpan potensi besar yang dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Karena itu, DPRD Kota Samarinda menilai pengelolaan sektor perparkiran tidak boleh hanya berfokus pada target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Lebih dari itu, sistem parkir yang tertata juga harus mampu memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.
Wakil Ketua DPRD Samarinda, Celni Pita Sari, menilai pembinaan terhadap pengelola maupun petugas parkir perlu terus diperkuat.
Langkah tersebut penting agar kualitas layanan kepada masyarakat semakin baik, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga lokal.
Parkir Modern Bisa Buka Peluang Kerja
Menurut Celni, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perparkiran akan menjadi modal penting dalam menghadapi sistem pengelolaan parkir yang semakin modern dan berbasis teknologi.
Dengan keterampilan yang memadai, masyarakat lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam pengelolaan parkir yang profesional dan tertib.
“Dengan pengelolaan yang baik, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemerintah melalui peningkatan PAD, tetapi juga masyarakat yang memperoleh kesempatan kerja dan pelayanan yang lebih nyaman,” ujarnya.
Pengawasan Parkir Ilegal Harus Diperkuat
Selain pembinaan, DPRD Samarinda juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap praktik perparkiran yang tidak sesuai aturan.
Keberadaan parkir liar maupun pengelolaan yang tidak transparan dinilai dapat mengurangi potensi pendapatan daerah sekaligus merugikan masyarakat sebagai pengguna layanan.
Karena itu, pengawasan yang konsisten diperlukan untuk menciptakan sistem perparkiran yang lebih tertib, profesional, dan mampu menyerap seluruh potensi pendapatan daerah secara optimal.
Parkir Jadi Bagian dari Transportasi Kota yang Modern
Celni berharap pengembangan sektor perparkiran di Samarinda ke depan tidak hanya dipandang sebagai sumber pemasukan daerah semata.
Menurutnya, sektor ini juga harus menjadi bagian dari pembangunan sistem transportasi perkotaan yang lebih modern, transparan, dan berkelanjutan.
Dengan tata kelola yang baik, parkir bukan hanya soal retribusi, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung wajah Kota Samarinda yang semakin tertata. (adv)




