ARUSBAWAH.CO - Agenda Safari Ramadan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kamis, (12/3/2026), tak hanya berisi silaturahmi keagamaan.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, memanfaatkan momentum itu untuk kembali menegaskan arah kebijakan pemerintah daerah, yaitu mempercepat pembangunan SDM melalui program pendidikan Gratispol.
Di Masjid Raudhatul Jannah, Muara Badak, Seno berbicara cukup panjang soal program pendidikan yang masuk dalam paket kebijakan Gratispol.
Program Gratispol, kata dia, menjadi salah satu prioritas pemerintah provinsi Kaltim.
Menurut Seno, hingga kini sekitar 120 ribu mahasiswa di Kaltim sudah masuk dalam skema pendidikan gratis yang dibiayai pemerintah daerah.
Program itu berlaku bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan mulai dari jenjang S1 hingga S3 di perguruan tinggi di Kaltim.
“Seluruh mahasiswa berhak mendapatkan hak pendidikan gratis ini selama berkuliah di Kaltim. Syaratnya harus punya KTP Kaltim dan sudah menetap minimal tiga tahun,” kata Seno.
Kebijakan itu, menurut dia, sengaja dirancang untuk memberi ruang lebih besar bagi warga Kaltim.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat mahasiswa dari luar daerah untuk berkuliah di Kaltim meningkat cukup tajam.
Banyak mahasiswa dari Jawa maupun Sulawesi memilih kuliah di sejumlah kampus di Kaltim.
Tanpa kebijakan afirmatif, kata Seno, mahasiswa lokal berpotensi kalah bersaing dalam mengakses bantuan pendidikan yang disediakan pemerintah daerah.
Karena itu, syarat kepemilikan KTP daerah dan masa domisili minimal tiga tahun diberlakukan.
Seno ingin memastikan bantuan pendidikan benar-benar dinikmati oleh warga yang tinggal dan tumbuh di Kaltim.
Tag



