ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) melalui Dinas Kesehatan Kaltim mengalokasikan anggaran Rp193,4 miliar untuk pengadaan alat kesehatan (alkes) di Gedung Jantung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan pada anggaran perubahan 2025.
Anggaran ini masuk dalam program Gratispol Kesehatan, yang sebelumnya di APBD murni 2025 dialokasikan untuk subsidi iuran BPJS Kesehatan Kelas III.
Namun, dalam perubahan anggaran, dana jumbo tersebut dialihkan menjadi belanja langsung untuk alat kesehatan guna mendukung operasional gedung jantung baru RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Berdasarkan dokumen Penyempurnaan Rancangan Akhir P-RKPD Provinsi Kaltim Tahun 2025 yang diperoleh Arusbawah.co, pengadaan alkes di RSUD Kanujoso mencapai Rp193,4 miliar hampir empat kali lipat dibandingkan realisasi pengadaan pada 2024 yang hanya sebesar Rp43,07 miliar.
Pengadaan Alkes 2024: 13 Paket, 32 Unit
Pada 2024, pengadaan alat kesehatan di RSUD Kanujoso dijalankan melalui 13 paket pekerjaan yang dikerjakan oleh sejumlah perusahaan berbeda.
Total unit alkes yang dibeli sebanyak 32 unit dengan nilai Rp43.071.358.125.
Berikut daftar paket beserta perusahaan pelaksana:
- SET AGD BEDSIDE (DAK) – PT. Mahakam Sejahtera Abadi – 2 unit – Rp440.000.000
- MESIN ANESTESI PEDIATRIK (DAK) – PT. Internusa Dua Medika – 2 unit – Rp3.213.093.140
- VENTILATOR HFO (DAK) – PT. Anugerah Medika Mandiri – 2 unit – Rp1.661.900.000
- SPECT-CT – PT. Mulya Husada Jaya – 1 unit – Rp30.100.000.000
- CEREBRAL MONITORING (NIRS) (DAK) – PT. Global Medik Persada – 2 unit – Rp660.666.110
- AMPLITUDE EEG (DAK) – PT. Kurnia Abadi Selaras – 1 unit – Rp713.000.000
- INKUBATOR – INFANT WARMER BAYI (DAK) – PT. Anugerah Medika Mandiri – 2 unit – Rp1.288.000.000
- MONITOR HEMODINAMIK (DAK) – PT. Berkembang Selaras Daya – 2 unit – Rp1.524.000.000
- MONITOR NEONATUS (DAK) – PT. Berliando Mitra Abadi – 11 unit – Rp1.094.214.000
- AIR WARMING BLANKET (DAK) – Gaepa Dwi Anugrah – 2 unit – Rp139.632.000
- BLANKETROLL UNTUK COOLING THERAPY (DAK) – PT. Sumber Rejeki Medika Jaya – 2 unit – Rp959.942.000
- MESIN SETRIKA ROLL – PT. Sigma Andalan Nusa – 1 unit – Rp567.000.000
- VENTILATOR TRANSPORT (DAK) – PT. Nicosh Indo Medical – 2 unit – Rp709.910.875
Alasan Kenaikan Anggaran dan Prioritas Peralatan
Saat dihubungi Arusbawah.co, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan kenaikan anggaran alkes pada 2025 tersebut berkaitan dengan pembangunan Gedung Pelayanan Jantung Terpadu yang baru selesai dibangun.
“Ada gedung Pelayanan jantung terpadu yang memerlukan anggaran Rp 250 miliar sehingga Januari 2026 bisa langsung beroperasi,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Jaya menambahkan, pengadaan alkes senilai Rp193,4 miliar akan mencakup peralatan untuk diagnostik, tindakan kateterisasi jantung dan pembuluh darah, serta peralatan penunjang medik dan non medik.
Menurutnya, peralatan tersebut akan digunakan di poliklinik, ruang operasi, ICCU, dan kamar operasi.
"Diagnostik, tindakan kateterisasi jantung dan pembuluh darah, penunjang medik dan non medik, di poliklinik dan kamar Operasi, ICCU dan kamar Operasi di gedung jantung," tambahnya.
Proses Lelang dan Pemilihan Vendor
Jaya Mualimin juga menyampaikan mengenai proses pengadaan alat kesehatan di APBD Perubahan 2025.
Ia mengatakan bahwa pengadaan diperkirakan mulai tayang di SIRUP LKPP pada pertengahan Oktober.
SIRUP LKPP adalah singkatan dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Di APBD Perubahan 2025, mudah-mudahan di pertengahan bulan Oktober sudah dimulai tayang di SIRUP LKPP,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan itu menambahkan pemilihan vendor akan dilakukan melalui sistem e-catalog, sehingga seluruh peserta dapat berkompetisi secara online melalui aplikasi resmi.
"Dengan sistem e-catalog, pemilihan vendor melalui sistem aplikasi, silahkan secara online bisa berkompetisi," pungkasnya.
(wan)




