“Oh enggak, itu hanya pemakaian tempat aja. Perjanjian sewa tempat sementara, sambil nunggu gedung baru di Palaran. Yang bangun itu Pemerintah Pusat. Kita sudah punya 100 siswa yang akan mulai tahun ini," lanjut Andi Harun.
Penegasan soal lokasi tetap Sekolah Rakyat juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin.
Ia mengatakan bahwa lokasi resmi Sekolah Rakyat berada di Palaran eks SKOI, bukan di Yayasan SMA Melati yang berada di kelurahan Loa Janan.
“Kita mau luruskan, lokasi sekolah tetap di Palaran dekat GOR Palaran. Yayasan Melati hanya tempat sementara. Tanah Palaran sudah ditinjau langsung oleh Pak Dirjen. Karena bangunan belum ada, makanya disewa tempat dulu," ucap Asli.
Asli menjelaskan, dalam tahap persiapan awal, Samarinda menyanggupi permintaan Kemensos untuk menerima 100 siswa.
Karena belum ada bangunan yang bisa digunakan, maka disewa 4–6 ruangan di Kampus Melati.
Skema itu disebut sudah disepakati dalam pertemuan resmi bersama Sekretaris Jenderal Kemensos di Jakarta.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat direncanakan dimulai tahun ini oleh Kementerian PUPR.
Fasilitasnya mencakup ruang kelas, asrama, dapur, hingga area pembinaan.
Tag



