ARUSBAWAH.CO - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur memanfaatkan peringatan Bulan Bung Karno 2026 untuk membuka ruang dialog dengan masyarakat dan generasi muda di Samarinda.
Dalam sarasehan bertema "Meneladani Pemikiran Bung Karno untuk Samarinda Maju", Wakil Ketua DPD PDIP Kaltim sekaligus anggota DPRD Kaltim, Sugiyono, mengatakan forum itu sengaja dibuat santai agar aspirasi warga bisa didengar secara langsung.
Peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kaltim tak hanya diisi dengan seremoni.
DPD PDI Perjuangan Kaltim mencoba menjadikan momentum itu sebagai ruang mendengar suara masyarakat dan anak muda.
Sarasehan itu digelar di Caffe Bagios, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan itu menghadirkan tokoh masyarakat, kader partai, serta kalangan milenial dan Generasi Z.
Wakil Ketua DPD PDIP Kaltim yang juga anggota DPRD Kalimantan Timur, Sugiyono, mengatakan Bulan Bung Karno seharusnya tidak berhenti pada agenda seremonial tahunan.
Menurut dia, bulan Juni menjadi waktu untuk kembali melihat pemikiran Soekarno yang masih relevan dengan kondisi sekarang.
"Bukan sekadar rutinitas seremoni. Kehadiran kita di sini adalah upaya merawat api semangat perjuangan Bung Karno," kata Sugiyono.
Ia melihat gagasan Dedication of Life atau pengabdian hidup yang pernah disampaikan Presiden pertama RI itu.
Bagi Sugiyono, pengabdian bukan hanya milik tokoh besar, tetapi juga lahir dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
"Pengabdian adalah saat anak muda Samarinda mau peduli dengan kemajuan daerahnya, bukan hanya menjadi penonton di rumah sendiri," ujarnya.
Karena itu, ia sengaja membuat suasana sarasehan lebih cair.
Ia mengaku ingin mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat sekaligus gagasan dari anak-anak muda terkait pembangunan Samarinda.
"Saya ingin mendengar langsung apa yang menjadi keresahan masyarakat dan ide-ide dari adik-adik milenial serta Gen Z terkait pembangunan Samarinda ke depan," katanya.
Creative Competition Dedication of Life Bung Karno Diikuti Anak Muda Kaltim
Selain sarasehan, DPD PDIP Kaltim juga menggelar Creative Competition bertema "Dedication of Life Bung Karno" dalam bentuk video naratif infografis.
Lomba video singkat itu diikuti sejumlah peserta dari kalangan anak muda.
Desainer Grafis Arusbawah.co Raih Juara Ketiga
Salah satu pemenang adalah Akbar Arief, desainer grafis media Arusbawah.co.
Ia meraih juara ketiga melalui video esai berdurasi 59 detik yang mengangkat kembali pesan Bung Karno dalam teks Dedication of Life.
Melalui video itu, Akbar menyoroti bahwa tantangan Kaltim hari ini bukan hanya soal pembangunan fisik yang terus berkembang.
Menurut dia, persoalan yang tak kalah penting adalah bagaimana arah generasi muda Bumi Etam di tengah derasnya arus modernisasi.
Video yang dibuatnya juga mengingatkan bahwa semangat pengabdian tidak cukup berhenti pada slogan.
Anak muda, menurut Akbar, perlu mengambil peran nyata dan tidak sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.
Sugiyono Sebut Nasionalisme Anak Muda Tidak Kuno
Sugiyono mengaku optimistis melihat banyaknya karya yang masuk dalam kompetisi tersebut.
Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan masih mendapat tempat di kalangan generasi muda.
"Anak-anak muda sudah membuktikan bahwa nasionalisme tidak kuno. Dengan kreativitas digital yang mereka miliki, pemikiran Bung Karno justru menjadi semakin relevan," ujar Sugiyono.
Usai penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi publik.
Forum itu menjadi ruang bagi masyarakat dan anak muda untuk menyampaikan pandangan mereka mengenai arah pembangunan Samarinda dan Kaltim ke depan.
Sugiyono Janji Bawa Aspirasi Masyarakat ke DPRD Kaltim
Di akhir sambutan, Sugiyono menegaskan dirinya membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.
Berbagai masukan yang muncul dalam sarasehan tersebut, kata dia, akan dibawa ke DPRD Kaltim.
"Aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya bawa dalam kerja-kerja legislatif agar kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada rakyat kecil sesuai semangat Marhaenisme yang diajarkan Bung Karno," kata Sugiyono.
(wan)
- Naskah Akademik CELIOS: Investasi Asing Dominasi Pendanaan Startup Digital Indonesia selama Satu Dekade
- Pergub dan NPHD Jadi Dasar Perubahan RAB Hibah LPTQ Kaltim, Ini Penjelasan Kabiro Kesra Dasmiah
- Menhub dan PTB yang Pernah Dimeja Hijaukan (Part 2): PTTUN Jakarta Balikkan Putusan PTUN, Surat Rekomendasi Tarif STS Muara Berau Dinyatakan Batal




