ARUSBAWAH.CO - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polresta Samarinda Ulu Jawa diluncurkan di Jalan Bhayangkara, Samarinda, Jumat (13/2/2026).
SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari ini menjadi bagian dari launching nasional 1.179 SPPG Polri di seluruh Indonesia yang diresmikan Presiden RI, Prabowo Subianto, di hari yang sama.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol. Hendri Umar, menjelaskan SPPG yang telah beroperasi sejak 22 Oktober 2025 tersebut memproduksi ribuan porsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) setiap hari.
Program ini disalurkan kepada anak-anak sekolah tingkat TK, SD, hingga SMK, serta penerima kategori 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tiga kelurahan yang menjadi jangkauan layanan SPPG, yaitu Kelurahan Jawa, Dadi Mulya, dan Teluk Lerong Ilir.
“Setiap hari kami memproduksi sekitar 2.564 porsi makanan bergizi gratis dari Senin sampai Jumat. Sasaran utamanya anak sekolah, ditambah balita, ibu menyusui, dan ibu hamil di tiga kelurahan terdekat,” ujarnya saat ditemui usai peluncuran.
Ia menegaskan, salah satu prioritas utama pengelola adalah menjaga standar higienitas dan kelayakan makanan untuk memastikan tidak terjadi kasus keracunan.
Proses pengolahan bahan pangan diklaim diawasi ketat sejak awal.
Menurut Hendri, bahan makanan dibeli segar setiap pagi dan tidak disimpan terlalu lama sebelum diproduksi.
Seluruh proses, mulai dari penyimpanan, pencucian peralatan makan (ompreng), hingga distribusi dilakukan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami selalu mengingatkan perangkat SPPG, termasuk ahli gizi dan seluruh tim, agar memperhatikan kehigienisan. Bahan makanan tidak boleh terlalu lama di ruang penyimpanan. Dibeli pagi, paling lambat besok sudah diproduksi,” jelasnya.
Pengawasan juga dilakukan secara berlapis.
Selain ahli gizi SPPG yang selalu siaga, tim Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polresta Samarinda turut membantu proses food security harian.
Fungsi Propam juga dilibatkan untuk memastikan standar operasional berjalan dengan baik.
“Kami benar-benar ketat mulai dari pembelian bahan mentah, penyimpanan, proses pembersihan hingga pendistribusian. Semua harus higienis,” tambahnya.
SPPG Polresta Samarinda Ulu Jawa menerapkan dua kali pengantaran MBG setiap hari, yakni pada pagi dan siang hari.
Sistem ini menyesuaikan jadwal sekolah serta menjaga kualitas makanan agar tetap segar saat diterima.
Kepala SPPG, Reynaldy Poppy Latief, mengatakan seluruh proses produksi dilakukan bertahap dan dimulai sejak dini hari.
“Pengantaran kami dua kali, pagi untuk TK, SD, dan posyandu pukul 08.00 sampai 09.00, lalu siang hari untuk SMK sekitar pukul 12.00,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum pengantaran pagi dilakukan, dapur SPPG sudah memulai persiapan sejak pukul 02.00 dini hari.
Tahapan awal difokuskan pada penyiapan bumbu serta pembersihan bahan baku agar proses memasak berjalan cepat dan higienis.
Setelah itu, pemasakan makanan utama seperti nasi serta lauk nabati dan hewani berlangsung sekitar pukul 03.00 hingga 04.00.
“Penyiapan bumbu mulai jam 02.00 malam. Kalau masak makanan utama, nasi dan lauk nabati serta hewani itu sekitar jam 03.00 sampai 04.00,” jelasnya.
Selain pemasakan pagi, dapur SPPG juga melakukan pemasakan kedua yang diperuntukkan bagi pengantaran siang hari.
Proses memasak tahap kedua dimulai sekitar pukul 07.00 pagi agar makanan tetap segar saat didistribusikan ke sekolah tingkat SMK pada pukul 12.00.
“Untuk pemasakan kedua kami mulai jam 07.00 pagi supaya siap untuk pengantaran siang,” katanya.
Sebelum makanan didistribusikan, seluruh menu terlebih dahulu melalui pengecekan gizi dan kelayakan konsumsi. Proses ini dilakukan untuk memastikan makanan sesuai standar kualitas serta aman dikonsumsi oleh penerima manfaat.
“Setiap menu dicek dulu gizinya sebelum didistribusikan, jadi kualitas makanan tetap terjaga,” pungkasnya.
(raf)




