Advertorial

Diskominfo Kaltim

SPPG di Kaltim: Proses Pendirian, Persyaratan, dan Target 371 Unit

Pemprov Kaltim Fokus Percepatan Program MBG

Sabtu, 23 Agustus 2025 8:17

Program MBG bertujuan menyediakan makanan bergizi bagi 82 juta penerima, termasuk anak sekolah, santri, balita, dan ibu hamil/ arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mempercepat pembentukan 371 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Langkah ini diambil agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa segera berjalan maksimal di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menjelaskan bahwa provinsi sudah memiliki SK Satgas MBG dan laporan telah disampaikan ke Kemendagri.

Namun, dari target ratusan SPPG, baru 41 unit yang memiliki SK aktif.

Kondisi ini menandakan percepatan harus dilakukan agar manfaat program cepat dirasakan masyarakat, terutama anak sekolah.

“Percepatan terbentuknya dapur gizi sangat penting agar manfaat makanan bergizi gratis bisa segera sampai ke masyarakat,” kata Jaya dalam rapat evaluasi bersama Kemendagri di Kantor Gubernur Kaltim.

Persyaratan Lahan untuk SPPG

Mengacu pada Surat Edaran Mendagri Nomor 500.12/119/SJ, pemerintah daerah wajib mengusulkan minimal tiga lahan untuk pembangunan dapur SPPG.

Beberapa kriteria lahan tersebut meliputi:

  • Berstatus milik pemerintah daerah dan bebas sengketa.
  • Memiliki akses jalan umum.
  • Berlokasi dekat sekolah atau pemukiman.
  • Dilengkapi jaringan listrik, air bersih, dan sanitasi.

Menurut Jaya, SPPG akan menjadi dapur besar penyedia makanan bergizi gratis setiap hari.

Oleh karena itu, pemilihan lahan tidak boleh sembarangan.

Sinergi Pusat dan Daerah Jadi Kunci

Jaya menekankan bahwa pembangunan SPPG adalah program strategis nasional yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

Targetnya, seluruh SPPG bisa terbentuk tahun ini agar anak-anak segera menikmati layanan makanan bergizi gratis serta kesehatan yang lebih baik.

Sementara itu, Inspektorat Jenderal Kemendagri melalui Yosephus Nugroho menambahkan bahwa beberapa kabupaten dan kota di Kaltim masih belum siap mengajukan lahan.

Untuk memastikan kesiapan, tim Kemendagri akan turun langsung meninjau dokumen, status lahan, hingga aksesibilitas.

“Dari tiga lokasi yang diusulkan, hanya lahan paling layak yang akan diprioritaskan,” tegas Yosephus.

Dengan percepatan ini, diharapkan program MBG bisa segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kaltim, khususnya generasi muda yang membutuhkan asupan gizi seimbang setiap hari. (adv)

Tag

MORE