Arus Publik

Micro People

Sosok Danielle Kreb, Perempuan Belanda yang Dikenal Sebagai “Ibu Pesut Mahakam”

Hampir Tiga Dekade Bersama Pesut Mahakam

Senin, 6 Oktober 2025 10:31

BERSAMA WARGA - Danielle Kreb, dijuliki Ibu Pesut Mahakam, tersenyum di atas perahu di Sungai Mahakam juga sebagai pimpinan Yayasan RASI/HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Hampir tiga dekade terakhir, satu nama tak bisa dilepaskan dari upaya penyelamatan pesut Mahakam yang kian terancam punah.

Ia adalah Danielle Kreb, perempuan asal Belanda yang sejak 1997 menetap di Kalimantan Timur dan dikenal luas dengan sebutan ibu pesut Mahakam.

Kini, Danielle menjabat sebagai pimpinan program ilmiah di Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI). 

Bersama sang suami, Budiono yang juga Direktur RASI, ia telah menghabiskan hidupnya untuk penelitian, edukasi, hingga aksi nyata demi menjaga populasi pesut yang tersisa di Sungai Mahakam.

“Pertama kali saya lihat pesut di Muara Kaman tahun 1997. Rasanya kagum sekali, karena biasanya lumba-lumba hanya hidup di laut, tapi ternyata bisa juga hidup di sungai. Dari situ saya merasa harus meneliti lebih dalam,” ujar Danielle, pada Sabtu (4/10/2025) di kediamanya.

Awal Perjalanan dari Belanda ke Mahakam

Perjalanan panjang Danielle Kreb berawal dari studinya di Universitas Amsterdam, Belanda.

Semula, ia berniat meneliti lumba-lumba sungai di Cina, namun rencana itu gagal karena populasi di sana sudah nyaris punah. 

Ia kemudian menekuni penelitian kucing hutan di Skotlandia.

Tak disangka, kabar dari seorang teman membawanya ke Indonesia.

“Saya dikasih tahu ada lumba-lumba sungai juga di Mahakam. Saat itu informasinya sangat sedikit. Saya lalu bergabung dengan survei BKSDA, bikin proposal singkat, akhirnya diizinkan berangkat ke Kalimantan,” kenangnya.

Tahun 1997 ia menjejakkan kaki pertama kali di Bumi Etam. 

Sejak itu, Sungai Mahakam menjadi bagian dalam hidupnya.

PEGANG KAMERA - Danielle Kreb, perempuan asal Belanda yang sejak 1997 menetap di Kalimantan Timur dan dikenal luas dengan sebutan ibu pesut Mahakam./ HO to Arusbawah.co

 

Ancaman Rengge dan Kematian Pesut

Seiring riset berjalan, Danielle Kreb menemukan fakta bahwa banyak pesut mati terperangkap jaring insang atau rengge.

“Bukan sengaja ditangkap, tapi mereka terjerat lalu tenggelam. Itu penyebab terbesar kematian pesut,” jelasnya.

Data Yayasan RASI menunjukkan, rata-rata kematian pesut Mahakam sepanjang 1995–2022 mencapai 2-4 ekor per tahun. 

Sebanyak 70 persen kematian disebabkan rengge, 9 persen tertabrak kapal, dan 7 persen karena racun atau limbah.

Melihat kondisi itu, Danielle sadar riset saja tidak cukup. Ia harus melibatkan masyarakat.

PESUT MAHAKAM - Dokumentasi Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI).

 

Lahirnya RASI, Garda Depan Konservasi Pesut

Tahun 2000, bersama Budiono suaminya, lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, mereka mendirikan RASI

LSM ini menjadi garda depan konservasi pesut di Kalimantan Timur.

“Kalau hanya mengandalkan pemerintah, kami merasa masih kurang dekat dengan masyarakat. Jadi, kami bentuk LSM supaya bisa langsung turun ke warga,” kata Danielle.

Pendekatan yang mereka pilih unik, masyarakat sendiri yang menentukan zona konservasi.

Ada kawasan yang diputuskan warga untuk menjadi zona inti, tempat pemijahan ikan sekaligus habitat penting pesut.

“Kami hanya mendampingi, tapi keputusan tetap dari masyarakat. Itu membuat mereka lebih merasa memiliki,” lanjutnya.

Inovasi Pinger, Teknologi Penyelamat Pesut

Tak hanya soal sosialisasi, Danielle dan RASI juga berinovasi.

Salah satunya adalah teknologi pinger, alat yang mengeluarkan suara ultrasonik untuk mengusir pesut agar tidak masuk ke jaring nelayan.

“Inspirasi pinger ini sebenarnya dari industri perminyakan di laut. Mereka memakainya untuk menjauhkan lumba-lumba dari area pengeboran. Kami coba adaptasi di Mahakam,” ungkapnya.

Dengan pinger, ancaman pesut terjerat rengge bisa ditekan. 

Namun tantangan lain tetap menghantui, mulai dari aktivitas kapal batu bara, pencemaran sungai, hingga maraknya illegal fishing.

 

Kehidupan Personal Danielle di Indonesia

Di balik kiprahnya, perjalanan hidup Danielle Kreb penuh cerita personal. 

Ia mengakui awalnya khawatir diterima masyarakat Indonesia, mengingat sejarah kolonial Belanda di Indonesia. 

Namun kekhawatiran itu sirna.

“Orang Kalimantan sangat ramah. Bahkan ada yang masih bisa bahasa Belanda dan mengajak saya bicara. Saya justru merasa disambut dengan hangat,” katanya.

Penyesuaian bahasa pun bukan perkara mudah. 

Dengan bekal kaset CD dan kamus, ia belajar bahasa Indonesia hanya dalam waktu 1,5 bulan sebelum berangkat.

“Awal-awalnya otak capek sekali karena harus memproses bahasa baru, tapi lama-lama bisa,” tuturnya sambil tertawa.

Tak hanya itu, alasan pribadinya tetap tinggal di Indonesia juga karena ia jatuh cinta pada sosok Budiono, yang ditemuinya pada penelitian tahun 2000. 

Mereka menikah pada 2001 dan dikaruniai seorang putri.

“Kami memang berbagi tugas. Saya lebih fokus riset, sementara Pak Budi lebih ke penguatan masyarakat. Tapi semua untuk pesut,” ujarnya.

MASIH MUDA - Di balik kiprahnya, perjalanan hidup Danielle Kreb penuh cerita personal/ HO to Arusbawah.co

 

Populasi Pesut Tinggal 60 Individu

Meski sudah puluhan tahun berjuang, tantangan terbesar tetap sama yakni populasi pesut yang terus menyusut.

Data terbaru 2025 menunjukkan jumlah pesut Mahakam hanya tersisa sekitar 60 individu.

“Kami sadar LSM saja tidak cukup. Harus ada dukungan kuat dari pemerintah, aparat penegak hukum, dan terutama masyarakat. Kalau tidak, dalam beberapa dekade ke depan, pesut bisa hilang dari Mahakam,” tegas Danielle.

Setengah hidupnya sudah Danielle abdikan untuk pesut Mahakam

Dari Sungai Mahakam, dunia mengenal namanya. 

Namun baginya, semua bukan soal popularitas, melainkan tentang menyelamatkan satu spesies langka dari kepunahan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melindungi mereka? Saya selalu percaya, pesut masih punya harapan kalau kita semua peduli,” pungkas ibu pesut Mahakam itu.

PENYELAMATAN - Data terbaru 2025 menunjukkan jumlah pesut Mahakam hanya tersisa sekitar 60 individu/ HO to Arusbawah.co

 

(wan)

 

Tag

MORE