Salah satu alasannya, banyak mahasiswa yang gagal seleksi mandiri di kampus negeri kemudian memilih mendaftar di kampus swasta.
“Iya benar,” jawab Dasmiah ketika dikonfirmasi soal hal itu.
Ia menambahkan, pihaknya mendorong agar kampus swasta tidak bersikap egois.
Kuota Gratispol yang diberikan sudah disesuaikan dengan kemampuan dan rasio dosen di masing-masing perguruan tinggi.
Jika kampus menerima lebih banyak mahasiswa dari kuota yang sudah ditetapkan, maka rasio dosennya akan timpang.
“Maksud kita jangan ada PTS egois, tapi berbagi sesuai kuota. Karena kalau lebih dari kuota, pasti rasio dosennya tidak cukup,” tegas Dasmiah.
Redaksi juga menanyakan, bagaimana nasib kuota di kampus swasta yang hingga kini belum terpenuhi.
Apakah akan dialihkan ke kampus lain yang peminatnya tinggi.
Soal ini, Dasmiah menyebut pihaknya masih menunggu keputusan lebih lanjut dari Inspektorat dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Masih kita tunggu dan konsultasi kebijakan ini ke Inspektorat dan BPKP,” jelasnya.
Daftar Kuota dan Anggaran Gratispol per Kampus Negeri
Berikut rincian lengkap kuota dan alokasi anggaran bantuan pendidikan Gratispol 2025 untuk perguruan tinggi negeri di Kalimantan Timur:
Kampus Negeri Penerima Bantuan
- Universitas Mulawarman — Kuota: 7.764 mahasiswa — Anggaran: Rp37.660.000.000
- Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris — Kuota: 2.225 — Rp9.336.000.000
- Institut Teknologi Kalimantan — Kuota: 2.280 — Rp11.650.000.000
- Politeknik Pertanian — Kuota: 465 — Rp1.561.500.000
- Politeknik Negeri Samarinda — Kuota: 2.122 — Rp9.208.800.000
- Politeknik Negeri Balikpapan — Kuota: 1.020 — Rp4.704.800.000
- Poltekkes Kemenkes Kaltim — Kuota: 997 — Rp5.847.600.000




