Advertorial

Diskominfo Kukar

Silaturahmi dengan Badan Usaha Wilayah Kukar, Pemkab Junjung Rasa Kesatuan Antar Mitra

Jumat, 28 November 2025 19:22

KUKAR - Pemkab Junjung Rasa Kesatuan Antar Mitra di Silaturahmi dengan Badan Usaha Wilayah Kukar (Kolase: Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO - Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menghadiri kegiatan Silaturahmi Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama para pelaku usaha yang beroperasi di wilayah Kukar.

Acara silaturahmi tersebut berlangsung di Ballroom Kartanegara, Hotel Fugo Samarinda, pada Jumat (28/11/2025).

Kepala Dinas PMDPTSP, Alfian Noor, menjelaskan bahwa sebanyak 129 pelaku usaha dari berbagai sektor hadir dalam kegiatan ini.

Mereka terdiri dari sektor pertambangan (69 perusahaan), migas (6), perkebunan (33), kehutanan (5), industri (3), perbankan (6), listrik–gas–air (2), serta sejumlah perusahaan jasa lainnya.

Perusahaan yang diundang merupakan sekitar 10–15% dari kategori usaha besar dengan modal di atas Rp10 miliar dari total 963 perusahaan yang beroperasi di Kukar.

Selain itu, terdapat 361 perusahaan menengah (modal Rp5–10 miliar), 1.946 usaha kecil (modal Rp1–5 miliar), serta 65.746 usaha mikro dengan modal maksimal Rp1 miliar, berdasarkan laporan penanaman modal Kementerian Investasi/BKPM.

Dari total 963 perusahaan tersebut, investasi yang masuk ke Kukar pada periode 2020–2025 mencapai Rp67,5 triliun, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 54.630 orang.

Alfian berharap jumlah pekerja lokal yang terserap dapat terus meningkat.

Pada kesempatan yang sama, digelar pula CSR Award ke-V, di mana pemerintah memberikan penghargaan kepada perusahaan yang berkolaborasi dalam penyediaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat.

Terdapat 12 perusahaan peraih kategori Bronze, 25 kategori Silver, dan 25 kategori Gold.

Pemkab Kukar juga menyerahkan piagam kepada perusahaan pembina program Kalpataru, Kampung Iklim, Adiwiyata, serta penilaian Usaha Perkebunan (PUP) Tahun 2024.

Acara ditutup dengan penandatanganan komitmen kemitraan antara perusahaan besar dengan UMKM, BUMDes, dan koperasi untuk tahun 2026.

Ajak Seluruh Pihak Perkuat Rasa Kebersamaan

Dalam sambutannya, Bupati Aulia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan ajang memperkuat rasa kebersamaan antara pemerintah dan dunia usaha.

Ia mengajak seluruh pihak di Kukar untuk memandang diri sebagai saudara, bukan sebagai pihak yang terpisah.

Aulia berharap ke depan kegiatan seperti ini dapat dikelompokkan sesuai bidang usaha agar komunikasi semakin solid.

Ia menekankan bahwa tidak boleh ada jarak antara pemerintah dan sektor swasta, karena semua merupakan bagian dari masyarakat Kutai Kartanegara.

Silaturahmi ini adalah yang pertama digelar secara resmi antara Pemkab Kukar dan pelaku usaha.

Tujuannya untuk membangun kedekatan dan menyatukan cara pandang bahwa pembangunan Kukar memerlukan langkah yang selaras.

Menurut Aulia, tanpa diarahkan sekalipun, perusahaan-perusahaan sudah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, dan hal itu terlihat dari kebahagiaan warga yang merasakan dampaknya.

Ia juga menekankan perlunya kehadiran pemerintah maupun pelaku usaha untuk benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan kepada Sektor Pertambangan

Aulia memberi perhatian khusus bagi perusahaan pertambangan.

Ia meminta agar kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi tetap terjaga, bahkan ketika perusahaan tidak lagi beraktivitas di daerah tersebut.

Ia berharap perusahaan mampu membangun sistem yang membuat masyarakat tetap bisa bertahan dan melanjutkan kehidupan secara layak.

Jangan sampai saat perusahaan hadir, masyarakat sejahtera, tetapi ketika perusahaan pergi, wilayah tersebut justru mengalami kemunduran dan berdampak pada pendidikan maupun gizi masyarakat.

Kukar sebagai Satu Kesatuan

Menurut Aulia, semua pihak yang bekerja dan berusaha di Kukar harus memandang Kukar sebagai satu kesatuan.

Tidak boleh ada pemisahan antara “kami” dan “anda”, karena pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi.

Ia menegaskan bahwa pengawasan pemerintah terhadap CSR bukan untuk menghambat, tetapi menjadi alat untuk menciptakan sinergi.

Ia juga mengingatkan bahwa anggaran daerah Kukar sangat bergantung pada kelancaran produksi perusahaan sehingga ia merasa perlu memastikan seluruh perusahaan berjalan optimal.

Dorongan Kolaborasi untuk 17 Program Unggulan

Aulia memaparkan bahwa terdapat 17 program unggulan dalam Kukar Idaman Terbaik, dan peran perusahaan sangat dibutuhkan untuk pemerataan pembangunan wilayah.

Karena itu, perusahaan wajib CSR diminta memperkuat kerja sama melalui skema kolaborasi yang tertib, terencana, dan terkoordinasi.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Di akhir sambutan, Aulia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas terselenggaranya CSR Award.

Baginya, yang terpenting bukan hanya penghargaan, tetapi terciptanya rasa kebersamaan sebagai keluarga besar Kutai Kartanegara.

“Masalah bapak-ibu adalah masalah kami, dan masalah kami adalah masalah bapak-ibu. Tidak ada masalah yang tidak punya jalan keluar, kita selesaikan bersama,” tuturnya.

Ia berharap konsep pembangunan yang diusung Pemkab Kukar dapat terwujud dengan baik melalui kolaborasi seluruh pihak.

(adv)

Tag

MORE