Arus Politik

Seleksi KPID Kaltim Dianggap Sepihak, Ketua PKB Ancang-Ancang ke Pengadilan Sebut Suara Perempuan Jangan Dibungkam

Ketegangan Politik dan Polemik Seleksi KPID Kaltim

Sabtu, 22 November 2025 18:1

Kolase Ketua Fraksi PKB sekaligus anggota Badan Musyawarah DPRD Kaltim, Damayanti dan wawancara Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Ketegangan politik muncul di ruang rapat paripurna DPRD Kalimantan Timur, jalan Teuku Umar pada Jumat (21/11/2025) malam.

Bukan soal anggaran, bukan pula perdebatan regulasi.

Tapi mereka sebut soal harga diri fraksi dan transparansi seleksi jabatan publik.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap hasil uji kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim 2025–2028.

Kekecewaan itu dilontarkan dalam interupsi lantang dari Ketua Fraksi PKB sekaligus anggota Badan Musyawarah DPRD Kaltim, Damayanti.

“Saya hanya sekedar mengingatkan bahwa Fraksi PKB itu ada di DPRD ini,” ucapnya tegas di depan pimpinan DPRD dan perwakilan Pemprov Kaltim.

Nada suaranya meninggi saat menyentil proses internal yang dianggap mengabaikan hak fraksi dan tidak melibatkan mereka dalam proses seleksi.

“Kami tidak dilibatkan dan tidak diberi kesempatan memberikan masukan terhadap nama-nama calon KPID. Yang lain diberi ruang, tapi kami tidak," ucapnya lagi. 

Damayanti bahkan menyinggung adanya potensi bias gender.

“Jangan sampai mentang-mentang ketua fraksinya perempuan lalu suara kami tidak didengarkan. Jangan sampai suara perempuan dibungkam," katanya. 

Ia menyebut keputusan Komisi I yang dipimpin wakil ketua Agus Suwandy sepihak dan meminta pimpinan DPRD menganulir hasil yang telah diumumkan di media sosial DPRD.

Menuju Jalur Hukum dan Sikap Tegas PKB

Saat diwawancarai wartawan usai rapat, Damayanti mengatakan langkah berikutnya akan lebih jauh daripada hanya sekadar protes.

“Karena ini sudah keluar informasinya, satu-satunya jalan ya pengadilan. Kalau tidak dianulir, kami siap ke Pengadilan.”

Ia menegaskan ini bukan soal nama kandidat, tetapi soal harga diri.

“Ini tentang harga diri fraksi dan mandat rakyat. PKB mewakili enam dapil di Kaltim. Aneh, dari tujuh fraksi hanya kami yang tidak diberi akses informasi.”

Dia juga menyebut ketua Komisi I sedang sakit selama proses berlangsung, namun menurutnya alasan itu tidak dapat dijadikan pembenar pengabaian struktur.

Jawaban Pimpinan DPRD dan Peluang Revisi Seleksi KPID

Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, mengakui adanya kelemahan komunikasi dalam proses seleksi KPID itu.

Menurutnya, absennya Ketua Komisi I dari PKB selama lebih dari lima bulan menjadi faktor utama tak adanya keterwakilan fraksi itu dalam seleksi.

“Mungkin keterwakilan PKB belum terpenuhi karena ketuanya sakit dan tidak hadir dalam proses pemilihan,” katanya saat dikonfirmasi wartwan di hari yang sama.

Meski begitu, ia membuka peluang evaluasi.

“Kalau memang sesuai aturan bisa dianulir, ya bisa saja. Kita bicarakan lagi di Komisi I," lanjutnya.

Bahkan opsi gugatan turut ia singgung.

“Kalau memang harus digugat, juga boleh saja. Semua mekanisme terbuka,” ucapnya.

 

Nama-Nama Sudah Dipublish dan Respons Publik

Sebelumnya, pengumuman hasil seleksi calon anggota KPID Kaltim 2025–2028 telah dipublikasikan melalui akun resmi DPRD Kaltim, ditandatangani Ketua Tim Pelaksana Uji Kelayakan, Agus Suwandy.

Tiga nama petahana yakni Adji Novita Wida Vantina, Dedy Pratama, dan Sabir Ibrahim, tidak lagi masuk tujuh besar dan hanya ditempatkan sebagai cadangan.

Nama mereka tak lagi masuk sebagai 7 besar calon KPID Kaltim periode 2025 - 2028. 

Berikut adalah nama-nama yang dinyatakan lulus sebagai Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur Periode 2025–2028: 

1. Agustan
2. Natalia Suzanty
3. Silsa Sulianti
4. Awang Mohammad Jumri Syafi'i
5. Jerin
6. Daniel Abadi Sihotang
7. Kasno

Berikut nama-nama yang dinyatakan sebagai cadangan Calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur Periode 2025–2028:

1. Mohammad Syarifuddin
2. Muhammad Khaidir
3. Sabir Ibrahim
4. Sabiruddin
5. Erni Wahyuni
6. Adji Novita Wida Vantina
7. Dedy Pratama

Sebagai informasi hingga rapat paripurna berlangsung, Agus Suwandy tidak terlihat hadir.

Kursinya kosong, dan telepon WhatsApp redaksi Arusbawah.co belum dibalas.

Redaksi Arusbawah.co masih menunggu balasan dari Ketua Tim penyelenggara, Agus Suwandy.

Jika balasan diterima, pemberitaan akan diperbarui.

(wan)

 

Tag

MORE