Arus Daerah

LPTQ Kaltim

Sejarah LPTQ Kaltim, Berawal dari MTQ Nasional 1976 hingga Cetak Generasi Qurani

Mengenal Sejarah LPTQ Kaltim dari MTQ Nasional hingga Pembinaan

LPTQ KALTIM - Mengenal Sejarah LPTQ Kaltim/ Kolase: AVNMEDIA.ID

ARUSBAWAH.CO - Tidak banyak yang tahu bahwa Kalimantan Timur memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di Indonesia.

Jauh sebelum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) resmi dibentuk, Samarinda lebih dahulu menjadi tuan rumah MTQ Nasional IX pada 1976.

Momentum tersebut kemudian menjadi salah satu pendorong lahirnya sistem pembinaan Al-Qur'an yang lebih terstruktur di tingkat nasional.

Hingga kini, perjalanan panjang tersebut masih terasa melalui peran LPTQ Kalimantan Timur yang terus membina qari, qariah, hafiz, dan hafizah dari berbagai daerah di Benua Etam.

Tidak hanya menjadi penyelenggara MTQ, LPTQ juga berperan penting dalam mengembangkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an.

MTQ Nasional 1976, Momen Bersejarah di Samarinda

Sejarah mencatat bahwa Samarinda menjadi tuan rumah MTQ Nasional IX pada 1976.

Saat itu, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan membaca Al-Qur'an, tetapi juga menjadi wadah untuk membahas masa depan pembinaan Al-Qur'an di Indonesia.

Dalam forum yang berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan MTQ Nasional IX, muncul gagasan mengenai pentingnya pembentukan lembaga khusus yang dapat menangani pembinaan tilawah Al-Qur'an secara berkelanjutan.

Tujuannya agar pengembangan kemampuan qari dan qariah tidak hanya dilakukan menjelang perlombaan, tetapi menjadi program yang berlangsung sepanjang waktu.

Karena itu, MTQ Nasional IX di Samarinda dikenang sebagai salah satu momentum penting yang mendorong lahirnya LPTQ di tingkat nasional.

LPTQ Resmi Dibentuk pada 1977

Setahun setelah MTQ Nasional IX digelar, pemerintah melalui Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 1977 dan Nomor 151 Tahun 1977 resmi membentuk Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ).

Pembentukan LPTQ bertujuan untuk meningkatkan pengembangan Al-Qur'an di tengah masyarakat, baik melalui seni baca Al-Qur'an, hafalan, pemahaman isi kandungan, penulisan, maupun pengamalan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, struktur LPTQ berkembang hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota, termasuk di Kalimantan Timur.

Kehadiran lembaga ini menjadi fondasi penting dalam pembinaan peserta MTQ secara berjenjang dan berkelanjutan.

Menjadi Rumah Pembinaan Generasi Qurani

Selama puluhan tahun, LPTQ Kaltim aktif membina peserta MTQ dari berbagai cabang perlombaan.

Pembinaan dilakukan mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten atau kota, provinsi, hingga nasional.

Tidak hanya cabang tilawah, LPTQ juga berperan dalam pengembangan cabang lain seperti tahfiz Al-Qur'an, tafsir Al-Qur'an, fahmil Qur'an, syarhil Qur'an, kaligrafi, dan karya tulis ilmiah Al-Qur'an.

Melalui proses pembinaan tersebut, berbagai daerah di Kalimantan Timur mampu melahirkan qari dan qariah yang berprestasi.

Sistem pembinaan yang berkelanjutan juga membantu menjaga regenerasi peserta MTQ dari waktu ke waktu.

Berbagai capaian di tingkat nasional maupun internasional menjadi bukti bahwa pembinaan Al-Qur'an di Kalimantan Timur terus berkembang.

Prestasi yang diraih para qari dan qariah daerah tidak hanya mengharumkan nama Kaltim, tetapi juga menunjukkan pentingnya pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Saat ini, LPTQ Kaltim tidak hanya berfokus pada pelaksanaan MTQ, tetapi juga mendukung pengembangan pendidikan Al-Qur'an melalui kolaborasi dengan pesantren, rumah tahfiz, madrasah, dan berbagai lembaga pendidikan Islam lainnya.

Kembali Dipercaya Menjadi Tuan Rumah MTQ Nasional

Setelah hampir lima dekade berlalu, Kalimantan Timur kembali mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXX pada 2024.

Penyelenggaraan ajang nasional tersebut menjadi bukti bahwa Kalimantan Timur masih memiliki komitmen kuat dalam pengembangan dan pembinaan Al-Qur'an.

Ribuan peserta dari seluruh Indonesia hadir untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan yang digelar di Benua Etam.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ Nasional 2024 sekaligus mengingatkan kembali pada sejarah panjang Kaltim sebagai tuan rumah MTQ Nasional pada 1976.

Dua peristiwa penting yang terpaut hampir setengah abad itu menunjukkan konsistensi Kalimantan Timur dalam mendukung syiar Al-Qur'an di Indonesia.

Menjaga Warisan, Menyiapkan Masa Depan

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman, tantangan pembinaan Al-Qur'an tentu semakin beragam.

Namun semangat yang melatarbelakangi pembentukan LPTQ hampir lima dekade lalu tetap relevan hingga sekarang.

LPTQ Kaltim terus menjalankan perannya sebagai wadah pembinaan dan pengembangan Al-Qur'an di daerah.

Tidak hanya menjaga tradisi MTQ, tetapi juga menyiapkan generasi Qurani yang mampu memahami, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

Dari MTQ Nasional IX di Samarinda pada 1976 hingga berbagai program pembinaan yang berlangsung saat ini, perjalanan LPTQ Kaltim menjadi bagian penting dalam sejarah pengembangan Al-Qur'an di Kalimantan Timur.

Warisan tersebut terus dijaga agar semangat mencintai Al-Qur'an dapat diteruskan kepada generasi mendatang. (tan)

Tag

MORE