ARUSBAWAH.CO - Kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) eks Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari memunculkan nama baru lagi.
Yakni, sosok pengusaha atas nama Robert Bonosusatya.
Hal ini setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan rumah Robert Bonosusatya yang terletak di Kebayoran Lama, Jakarta, pada Jumat (16/5/2025).
Penggeledahan itu disebut berkaitan dengan kasus TPPU yang melibatkan mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari (RW).
Dalam penggeledahan tersebut, KPK mengamankan sejumlah uang dalam berbagai mata uang asing dengan total nilai miliaran rupiah.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyebutkan rincian uang yang ditemukan yakni Rp788.452.000 dalam bentuk rupiah, SGD 29.100 (Dolar Singapura), USD 41.300, serta 1.045 Poundsterling.
Selain uang tunai, KPK juga menyita 26 dokumen penting, 6 barang bukti elektronik, dan 6 unit kendaraan bermotor. Budi menegaskan bahwa seluruh barang bukti tersebut akan dipelajari lebih mendalam untuk mendukung proses penyidikan.
Hingga kini, KPK belum mengungkap peran atau keterkaitan Robert Bonosusatya secara langsung dalam kasus tersebut.
Profil Singkat Robert Bonosusatya
Robert Bonosusatya dikenal sebagai pengusaha dengan latar belakang yang tidak banyak dipublikasikan secara luas.
Ia tercatat sebagai alumni University of California San Francisco Foundation. Dalam dunia bisnis, Robert pernah menjabat sebagai Komisaris Utama di PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, perusahaan operator jalan tol yang berkantor pusat di Jakarta.
Selain itu, Robert juga memiliki pengalaman sebagai Komisaris Utama PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang percetakan dan produksi dokumen keamanan.
Perusahaan tersebut diketahui pernah mengerjakan proyek pencetakan dokumen kendaraan bermotor seperti Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk Korps Lalu Lintas Polri.
Sejak 2008, Robert menjabat sebagai Presiden Direktur PT Pratama Agro Sawit yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Batang Hari, Jambi. Selain itu, ia juga mengelola perusahaan lain bernama PT Robust Buana Tunggal. (jas)





