Arus Publik

Rudy Mas'ud Pergi Haji, BEM KM Unmul Publish soal Rapor! 8 Program Dikasih Warna Merah

Selasa, 3 Juni 2025 14:18

POSTINGAN - Unggahan post BEM KM Unmul soal Raor 100 Hari Kerja Gubernur Kaltim/ IG @bemkm_unmul

ARUSBAWAH.CO - Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud tengah bertolak ke Arab Saudi melaksanakan ibadah haji.

Di saat momen-momen haji itu, sebuah rapor dirilis pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. 

Rapor yang dipublish BEM KM Unmul itu, diihat redaksi Arusbawah.co pada IG @bemkm_unmul berisikan tiga slide dalam satu postingan. 

Postingan pertama, sebuah foto Rudy Mas'ud dengan pakaian dinas berwarna putih lengkap dengan topi di kepala. 

Lalu, tertulis "Rapor 100 Hari Kerja Gubernur Kalimantan Timur". 

Di slide kedua, terpampang sebuah surat menyerupai ijazah, dengan nama Rudy Mas'ud tertulis di sana. 

Kemudian, di slide terakhir, potret sebuah surat dengan adanya angka-angka nilai pada 8 program Rudy Mas'ud turut terpampang. 

7 program itu diberi warga merah dengan nilai D. Yakni pada program Pendidikan Gratis dari SMA/SMK hingga S3, Gratis Biaya Berobat dan Layanan Kesehatan, Distribusi Makanan Bergizi Gratis, Gratis Seragam Sekolah, Gratis Umrah bagi Marbot dan Perjalanan Spiritual bagi Penjaga Rumah Ibadah, Pembangunan Sekolah (SMA) Unggulan, dan Peluncuran Aplikasi SAKTI (Satu Akses Kalimantan Timur), serta Percepatan Pembangunan Infrastruktur. 

"Dalam 100 hari pertama Rudy Mas'ud menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur, kami menilai belum terdapat langkah nyata yang menjawab persoalan rakyat. Banyak masalah masih berulang dan justru memburuk," demikian redaksi unggahan BEM KM Unmul di postingan tersebut. 

"Kasus pembunuhan masyarakat adat di Muara Kate belum terselesaikan, sementara kekerasan dan represifitas terhadap gerakan sipil terus berlangsung. Ketimpangan infrastruktur, kelangkaan BBM dan lamban dalam merespon beredarnya BBM oplosan, serta eksploitasi tambang yang semakin memperparah konflik agraria dan krisis ekologis, ditandai dengan berbagai perampasan ruang hidup rakyat dan banjir yang makin sering melanda berbagai Kabupaten/Kota," lanjut penjelasan BEM KM Unmul pada postingan.

Berangkat dari sana, pihak BEM KM Unmul ungkap pula alasan mereka menerbitkan rapor Rudy Mas'ud itu. 

"Kami menilai 100 hari pertama kerja Rudy Mas'ud sebagai Gubernur Kalimantan Timur perlu di evaluasi secara total guna menghadirkan pemerintahan yang demokratis, transparan, responsif, dan progresif, serta berpihak pada rakyat Kalimantan Timur secara menyeluruh. Kami menyatakan Rapor Merah bukan hanya sebagai bentuk kritik, tapi peringatan keras!," demikian sebagaimana tertulis. 

Postingan dari BEM KM Unmul itu tercatat dilakukan pada Senin (2/6/2025). 

Terakhir dilihat pada Selasa (3/6/2025), postingan sudah disukai sebanyak 3,189 akun. 

Ragam komentar pun muncul. 

Ada akun yang menyatakan dukungan dengan memberikan emot api-api pada kolom komentar. Tetapi, ada pula yang memberikan kritik pula pada yang diposting oleh BEM KM Unmul itu. 

Akun @bay******** menyatakan memberikan apresiasinya atas yang dilakukan BEM KM Unmul, tetapi juga menanyakan soal data-data pendukung.

"Saya apresiasi adik adik BEM atas gerakannya tapi kajian, data, survey yang mendukung mana? Ucuk² ada raportnya xixi," tulisnya. 

Pun demikian dengan akun @rfs***** yang menuliskan "Saya juga mempertanyakan keabsahan datanya. Apakah sudah ditinjau di lapangan? Apakah ada data empirisnya? Apakah sudah mencoba menemui para pejabat pelaksana program dll. Takutnya ini mereka hanya konsolidasi, diskusi dibaur opini tanpa data lapangan," jelasnya. 

Sementara itu, dilihat pada akun Instagram Pemprov Kaltim yang dikelola oleh Biro Adpim (Administrasi Pimpinan) Sekretariat Daerah Kalimantan Timur, tak ada postingan yang mengisyaratkan merespon hadirnya rapor yang dipublish oleh BEM KM Unmul tersebut.

Program Gratispol Rudy Mas'ud 

Terkait program kerja usai terpiih sebagai Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud sebelumnya sudah memberikan pemaparannya dalam bentuk tulisan yang terpublish pada media Kumparan

Di sana, tertanggal 21 April 2025, terbit sebuah tulisan yang merupakan tulisan Rudy Mas'ud menjabarkan soal program-programnya. 

Rudy Mas'ud menamakan tagline programnya itu sebagai Gratispol. 

Berikut ini tulisan Rudy Mas'ud soal program yang ia akan jalankan di Kaltim sebagaimana dilansir dari Kumparan

"6 program Gratispol. Untuk Indonesia, barangkali program Gratispol ini yang pertama kali ada, dan diharapkan menjadi pilot project yang nantinya bisa diikuti oleh provinsi-provinsi lainnya.
 
Gratispol ini terdiri dari 6 program. Pertama, program pendidikan gratis, mulai dari SMA hingga kuliah S3. Di Indonesia, hanya 21 persen anak-anak kita yang lulus SMA. Provinsi Kalimantan Timur cukup beruntung karena lulusan SMA-nya di atas rata-rata nasional, yaitu 34 persen.
 
Program gratis Sekolah SMA ini diharapkan mampu menaikkan angka kelulusan hingga di atas 50 persen. Anak-anak Kaltim wajib lulus SMA dengan biaya ditanggung oleh pemerintah provinsi.
 
Pemprov Kaltim juga memiliki program kuliah S1, S2 hingga S3 gratis. Berlaku untuk mahasiswa di perguruan tinggi negeri maupun swasta. 12 persen masyarakat Kaltim itu sarjana. Ini juga di atas rata-rata nasional yaitu 10 persen. Dengan digratiskan biaya sekolah, kami targetkan di atas 20 persen dari masyarakat Kaltim adalah sarjana. 
 
Dengan gratis kuliah S1, S2 dan S3, kami berupaya mendorong peningkatan SDM di Kaltim. Dengan SDM tinggi, maka etos kerja masyarakat Kaltim juga ikut naik. Dengan SDM dan etos kerja yang tinggi, kami yakin Kaltim ke depan akan menjadi provinsi yang memiliki daya saing tinggi.
 
Kedua, program seragam SMA gratis. Untuk mendukung wajib belajar 12 tahun, Pemprov Kaltim memberikan seragam kepada seluruh siswa-siswa SMA, baik swasta maupun negeri. Setiap siswa mendapatkan seragam dua kali dalam setahun.

Ketiga, program berobat gratis untuk peserta BPJS kelas III. Pemprov Kaltim akan membayar semua iuran preminya. Masyarakat Kaltim tidak perlu lagi direpotkan dengan iuran bulanan, karena sudah dicover oleh Pemprov Kaltim.
 
Keempat, program wifi gratis untuk setiap desa dan kelurahan di seluruh Kaltim. Di Kaltim, ada 1.038 desa/kelurahan. Public area di semua desa/kelurahan seperti kantor desa, gedung sekolah dan puskesmas akan dipasang wifi yang setiap saat bisa digunakan secara gratis oleh masyarakat di desa/kelurahan. Wifi ini difungsikan untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak-anak desa, akses informasi dan sarana usaha.

Kelima, program gratis untuk biaya administrasi pembelian rumah. Di Kaltim, satu rumah umumnya diisi oleh lebih dari satu keluarga. Bahkan ada satu rumah diisi oleh 10 keluarga. Ini tentu tidak sehat secara psikologis, sosial dan ekonomi. Ini terjadi karena kemampuan masyarakat untuk membeli rumah sangat rendah. Karena itu, kami hadir untuk memberi stimulus dan kemudahan berupa gratis biaya administrasi agar semangat mereka untuk membeli rumah itu tinggi.

Keenam, gratis umrah dan wisata religi untuk masing-masing umat beragama. Tahun 2025 ini kami akan memberangkatkan 894 orang ke tanah suci masing-masing. Ini berlaku untuk para penjaga tempat ibadah,". (pra)

Ads Arusbawah.co

 

 

 

 

Tag

MORE