Ia menambahkan, hingga kini belum ada koordinasi langsung antara Pemprov dan Pemkot Samarinda soal rencana pengerukan sungai Mahakam tersebut.
Meski begitu, Walikota Samarinda Andi Harun tetap menghormati niat baik Gubernur Rudy Mas’ud.
“Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur atau siapa saja yang ingin membantu pengendalian banjir Samarinda,” ujarnya dengan nada diplomatis.
Fokus Utama: Sungai Karang Mumus dan Drainase Kota
Andi Harun menjelaskan, Pemkot telah menyiapkan paket besar penanganan banjir yang berbasis data dan kajian.
Salah satunya pembangunan pintu air di Jembatan 1 Sungai Karang Mumus, peningkatan kapasitas pompa air di sejumlah titik, hingga optimalisasi Waduk Lempake yang kini tertutup sedimentasi sekitar 0,8 juta meter kubik.
Selain itu, revitalisasi jaringan drainase di kawasan padat penduduk dan wilayah yang kerap terdampak rob juga telah masuk dalam desain pengendalian banjir jangka menengah.
“Semua datanya ada, sudah lengkap dan jelas. Kalau diminta, saya siap antarkan langsung ke Pak Gubernur,” tambahnya.
Bagi Andi Harun, pendekatan itu terlalu makro dan tidak menyentuh fakta lapangan di Samarinda.
Ia menyindir halus bahwa yang dibutuhkan warga bukan pengerukan di hulu, melainkan solusi konkret di titik-titik genangan di kota.
Tag



