Arus Publik

RSUD AW Sjahranie: Kami Pastikan, Bukan Permainan Kamar

Senin, 20 Oktober 2025 22:23

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD AWS, Nana Nurliana/IST

ARUSBAWAH.CO -  Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) akhirnya buka suara menanggapi kabar adanya ketidakterbukaan soal ketersediaan kamar rawat inap. 

Klarifikasi ini disampaikan Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD AWS, Nana Nurliana, menyusul temuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim dan keluhan pasien yang merasa sulit mendapatkan kamar meski rumah sakit disebut masih memiliki tempat tidur kosong.

Nana menegaskan, pihak rumah sakit tidak pernah menutup-nutupi jumlah kamar yang tersedia. 

Menurutnya, ada sejumlah faktor medis dan teknis yang membuat pasien harus menunggu lebih lama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.

“Sebelumnya kami mohon maaf jika ada pasien atau keluarga yang merasa lama menunggu di IGD. Kami pastikan, bukan karena permainan kamar, tetapi karena ada beberapa hal yang menjadi penyebab,” ujar Nana saat ditemui awak media, pada Senin (20/10/2025).

Pasien Belum Stabil Jadi Faktor Utama

Salah satu penyebab utama adalah kondisi pasien yang belum stabil.

Nana menjelaskan, berdasarkan standar rumah sakit, pasien harus dalam kondisi aman sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap sesuai klasifikasi penyakit dan jenis kelamin.

“Sebagian pasien perlu dilakukan observasi dan stabilisasi di IGD sebelum dipindahkan ke ruangan. Fungsi IGD memang untuk menangani kegawatdaruratan, jadi pasien dengan prioritas tertinggi didahulukan,” jelasnya.

Persiapan Tindakan Medis Mendesak

Selain stabilisasi, beberapa pasien membutuhkan tindakan medis segera, seperti operasi darurat. 

Persiapan ini dilakukan di IGD agar pasien tetap stabil sebelum masuk ruang operasi atau rawat inap.

“Kalau langsung dipindahkan ke ruangan lalu dikembalikan lagi ke kamar operasi, justru bisa mengganggu stabilitas pasien,” kata Nana.

Tag

MORE