ARUSBAWAH.CO - RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan turut ambil bagian dalam pencapaian Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB) secara serentak dengan jumlah anak terbanyak di seluruh Indonesia.
Kegiatan deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB) ini merupakan inisiatif nasional yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara serentak, melibatkan kelompok kerja (pokja) pediatrik dan penyakit jantung bawaan yang dikoordinasikan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan kardiologi pediatrik dan PJB (Sp.JP(K)) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Di Kalimantan Timur, RSKD Balikpapan menjadi satu-satunya rumah sakit yang memiliki layanan subspesialis kardiologi pediatrik sehingga berperan penting dalam pelaksanaan skrining tersebut di wilayah ini.
Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan pada Anak
Menurut dr. Adelaide Adiwana, Sp.JP(K), FIHA, deteksi dini PJB menjadi langkah krusial mengingat banyak kasus yang tidak terdiagnosis sejak awal dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius di kemudian hari.
Melalui skrining ini, diharapkan penyakit jantung bawaan (PJB) dapat dikenali lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat dan optimal.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen tenaga kesehatan dalam meningkatkan derajat kesehatan anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa.




