ARUSBAWAH.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur terus menunjukkan jangkauan yang semakin luas.
Hingga Maret 2026, ratusan ribu warga telah tercatat sebagai penerima manfaat program yang digagas untuk memperkuat intervensi gizi tersebut.
Data terbaru yang dihimpun Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat, total penerima manfaat MBG di Kaltim kini mencapai 332.474 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota.
Total Penerima MBG Kaltim Tembus 332 Ribu Orang
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, mengungkapkan bahwa program ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kelompok rentan hingga sektor pendidikan.
“Total penerima manfaat MBG di Kalimantan Timur saat ini mencapai 332.474 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Adapun komposisi penerima manfaat terdiri dari:
- 8.922 balita
- 3.797 ibu hamil
- 2.294 ibu menyusui
- 303.895 siswa sekolah
- 16.272 tenaga pendidik
- 2.603 tenaga non tenaga pendidik
Siswa Sekolah Jadi Penerima Terbesar Program MBG
Jika melihat komposisinya, program MBG di Kaltim masih sangat didominasi oleh kalangan siswa sekolah.
Jumlah penerima dari sektor pendidikan mencapai lebih dari 300 ribu orang, jauh melampaui kelompok lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa program MBG difokuskan sebagai strategi intervensi gizi berbasis lingkungan pendidikan.
Samarinda Jadi Wilayah dengan Penerima Terbanyak
Secara wilayah, distribusi penerima manfaat MBG di Kaltim menunjukkan variasi yang cukup signifikan.
1. Samarinda – 99.656 Penerima
Samarinda menjadi daerah dengan jumlah penerima manfaat terbesar, dengan rincian:
- Balita: 2.175
- Ibu hamil: 331
- Ibu menyusui: 492
- Siswa sekolah: 88.472
- Tenaga pendidik: 5.598
- Non tenaga pendidik: 1.238
2. Kutai Kartanegara – 72.644 Penerima
Kabupaten Kutai Kartanegara menempati posisi kedua:
- Balita: 1.780
- Ibu hamil: 199
- Ibu menyusui: 381
- Siswa sekolah: 69.153
- Tenaga pendidik: 2.552
- Non tenaga pendidik: 359
3. Balikpapan – 48.828 Penerima
Balikpapan berada di posisi berikutnya:
- Balita: 695
- Ibu hamil: 104
- Ibu menyusui: 147
- Siswa sekolah: 45.828
- Tenaga pendidik: 2.353
- Non tenaga pendidik: 396
4. Bontang – 33.087 Penerima
- Balita: 1.982
- Ibu hamil: 324
- Ibu menyusui: 858
- Siswa sekolah: 30.290
- Tenaga pendidik: 1.403
- Non tenaga pendidik: 212
5. Berau – 25.178 Penerima
- Balita: 206
- Ibu hamil: 19
- Ibu menyusui: 57
- Siswa sekolah: 23.488
- Tenaga pendidik: 1.464
- Non tenaga pendidik: 150
6. Kutai Timur – 23.422 Penerima
- Balita: 1.738
- Ibu hamil: 2.778
- Ibu menyusui: 271
- Siswa sekolah: 18.855
- Tenaga pendidik: 1.411
- Non tenaga pendidik: 107
7. Penajam Paser Utara – 14.173 Penerima
- Balita: 285
- Ibu hamil: 36
- Ibu menyusui: 70
- Siswa sekolah: 13.037
- Tenaga pendidik: 919
- Non tenaga pendidik: 111
8. Kutai Barat – 9.159 Penerima
- Siswa sekolah: 8.848
- Tenaga pendidik: 281
- Non tenaga pendidik: 30
- (Belum tercatat balita, ibu hamil, dan ibu menyusui)
9. Paser – 6.327 Penerima
- Balita: 61
- Ibu hamil: 6
- Ibu menyusui: 18
- Siswa sekolah: 5.924
- Tenaga pendidik: 291
Mahakam Ulu Belum Tersentuh Program
Kabupaten Mahakam Ulu hingga saat ini belum tercatat memiliki penerima manfaat program MBG.
Penyaluran MBG Dihentikan Sementara Saat Libur Lebaran
Di sisi lain, penyaluran program MBG akan dihentikan sementara selama masa libur Idulfitri.
Kebijakan ini diambil karena mayoritas penerima manfaat merupakan siswa sekolah yang sedang menjalani libur panjang.
“Selama libur Lebaran SPPG tidak menyalurkan MBG karena siswa libur. Program akan kembali berjalan serentak pada 31 Maret 2026,” tutup Sirajul Amin. (isa)




