Dalam hitungan menit, lapak-lapak di titik rawan tidak dapat beroperasi. Pedagang pakaian menjadi yang paling terdampak karena barang dagangan berisiko rusak.
Arus pengunjung menurun drastis, sementara pedagang menutup lapak untuk menghindari kerugian lebih besar. Beberapa penyewa kios di sisi barat gedung bahkan melakukan langkah darurat: memasang terpal, plastik penahan air, hingga jaring paranet.
Di beberapa lantai, pedagang menggalang iuran untuk membeli perlengkapan pelindung agar aktivitas jual-beli tetap berjalan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani, mengatakan pihaknya sudah melakukan penelusuran awal dan berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek.
“Kami sudah minta kontraktor turun langsung melihat kondisi di lapangan. Penanganan akan segera dilakukan supaya aktivitas pasar tidak terus terganggu,” ujar Yama, sapaan akrabnya, Selasa (3/2/2026).
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan penyumbatan saluran air sebagai pemicu luapan.
Material sampah seperti tisu dan gelas plastik ditemukan menghambat aliran pipa dari lantai atas, sehingga air tidak tertampung saat hujan deras.
Tag



