ARUSBAWAH.CO - Kota Bontang terus mematangkan langkah untuk menjadi salah satu daerah yang berada di garis awal dalam penerapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) berbasis digital bagi pelajar tingkat SMP.
Upaya ini berjalan seiring dengan agenda transformasi pendidikan yang mulai diarahkan pemerintah menuju sistem berbasis teknologi.
Pelaksanaan TKA digital dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026, sehingga berbagai persiapan kini terus dikebut agar seluruh sekolah memiliki kesiapan setara ketika ujian dimulai.
Pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang, menegaskan bahwa tahapan penguatan sarana penunjang telah berjalan sejak jauh hari.
Kepala Disdikbud Kota Bontang, Abdu Safa Muha, memaparkan bahwa pihaknya telah mengoordinasikan seluruh kebutuhan teknis sebagai langkah awal penyelenggaraan sistem ujian digital.
Perangkat berupa tablet yang sebelumnya diberikan kepada para siswa SMP negeri di Bontang memang diproyeksikan menjadi alat utama dalam ujian yang berbasis teknologi itu.
Ia menyebut bahwa langkah tersebut merupakan kebijakan yang sudah dipertimbangkan matang oleh pemerintah kota.
“Wali Kota sudah memikirkan hal ini jauh-jauh hari. Anak-anak kita sudah dibekali tablet yang nantinya digunakan dalam pelaksanaan TKA digital,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Meskipun jadwal resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah belum diterbitkan, Abdu Safa memastikan bahwa Bontang berada dalam kondisi siap menjalankan format baru tersebut.
Ia menjelaskan bahwa Disdikbud tinggal menunggu petunjuk teknis sebagai dasar pelaksanaan, dan begitu aturan turun, seluruh sekolah dapat segera menyesuaikan sistem operasionalnya.
Menurutnya, perubahan mekanisme ujian bukan hanya soal memindahkan soal dari kertas ke layar, tetapi merupakan jalan menuju proses yang lebih terukur serta efisien.
Abdu Safa juga menegaskan bahwa penerapan TKA digital akan memberikan banyak manfaat penting bagi peserta didik maupun pengelola pendidikan.
Kecepatan dalam pemrosesan hasil, tingkat objektivitas penilaian yang lebih tinggi, dan pembiasaan siswa terhadap perangkat digital menjadi bagian dari target utama yang ingin dicapai melalui perubahan ini.
“Dengan sistem digital, pelaksanaan bisa lebih cepat, hasilnya objektif, dan anak-anak kita terbiasa dengan teknologi. Harapannya, semua berjalan lancar ketika ujian dimulai nanti,” jelasnya. (adv)




