Belanja Barang dan Jasa Masih Rendah
Sementara itu, belanja barang dan jasa baru terealisasi 30,35 persen dari total anggaran Rp3,24 triliun, dengan nilai realisasi sekitar Rp985,43 miliar.
Rendahnya penyerapan pada pos ini diduga disebabkan oleh proses administrasi dan lelang yang masih berlangsung di beberapa perangkat daerah.
Belanja Modal Baru 26,68 Persen
Pos belanja modal yang mencakup pembangunan infrastruktur, sarana publik, serta fasilitas umum, baru terserap Rp1,12 triliun dari total Rp4,22 triliun atau 26,68 persen.
Persentase ini menjadi sorotan karena sektor ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.




