ARUSBAWAH.CO - Puncak acara SastraLoka 2025 resmi berlangsung hari ini di Area Amphiteater Edupark Taman Cerdas Samarinda.
Ajang sastra tahunan yang diinisiasi oleh Tirtonegoro Foundation ini menjadi momentum penting bagi dunia kesusastraan Kalimantan Timur (Kaltim), mempertemukan penulis, sastrawan, pelaku teater, dan pegiat budaya lintas generasi dalam satu ruang apresiasi.
Mengusung tema “Suara Sastra Nusantara: Korrie Layun Rampan”, SastraLoka 2025 menghadirkan semangat baru dalam menjaga keberlanjutan karya dan refleksi terhadap perjalanan panjang sastra di Kaltim.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah ekspresi, tetapi juga ruang reflektif tentang bagaimana karya sastra daerah terus mengalir dari ingatan masa lalu menuju cakrawala zaman modern.
Diskusi dan Pertunjukan di Panggung SastraLoka 2025
Sejumlah sesi utama turut meramaikan gelaran SastraLoka 2025 malam ini, di antaranya:
- Diskusi “Sastra Kaltim: Mengalir dari Ingatan Silam Menuju Cakrawala Zaman” bersama Syafruddin Pernyata, Syafril Teha Noer, dan Hamdani Swara, dimoderatori oleh Amin Wangsitalaja.
- “Ruang Suara: Sastra, Teater, dan Perempuan di Kalimantan Timur” bersama Wuri Handayani dan Nella Putri Giriani, dengan moderator Rega Armella.
- Performing art dari sejumlah seniman seperti Susilo Dwi Cahyo, Dimas Rhamadany, Alif Fakod, dan Dzakwaa Suartriko, yang menafsirkan hubungan antara tubuh, kata, dan bunyi secara artistik.




