Advertorial

Diskominfo Balikpapan

Promotif dan Preventif Jaga Tumbuh Kembang Siswa, Disdikbud Balikpapan Dukung Pemeriksaan Kesehatan

Kamis, 6 November 2025 21:17

BALIKPAPAN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Irfan Taufik (Foto: HO)

ARUSBAWAH.CO - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan pemeriksaan kesehatan siswa yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.

Program ini menjadi langkah penting dalam upaya promotif dan preventif untuk menjaga tumbuh kembang anak di lingkungan sekolah.

Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menegaskan bahwa pihaknya ikut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami sangat mendukung program ini. Dari sisi teknis, kami membantu menyiapkan ruangan pemeriksaan serta mengatur jadwal siswa agar kegiatan belajar tetap berjalan lancar,” ujarnya, Rabu lalu.

Ia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan langsung di sekolah pada jam pelajaran, namun dengan sistem bergiliran agar tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Misalnya dimulai dari kelas 1A, lalu berlanjut ke kelas 1B, dan seterusnya. Pengaturannya dibuat seefisien mungkin agar kegiatan belajar tetap kondusif,” tutur Irfan.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya penting untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan, tetapi juga memungkinkan dilakukan deteksi dini terhadap berbagai gangguan kesehatan yang mungkin dialami peserta didik.

“Dari hasil pemeriksaan ini, kita bisa mengetahui kondisi riil anak-anak, apakah ada alergi, gangguan kesehatan tertentu, seperti talasemia, dan sebagainya. Temuan seperti itu tentu akan segera ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan,” jelasnya.

Disdikbud juga memastikan adanya dukungan administratif serta fleksibilitas belajar bagi siswa dengan kondisi kesehatan khusus.

“Kalau ada anak yang harus menjalani kontrol rutin atau perawatan, kami izinkan untuk meninggalkan sekolah. Bahkan jika dibutuhkan, kami pertimbangkan penyesuaian proses belajar agar tidak menghambat perkembangan akademiknya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Irfan menuturkan bahwa pemeriksaan kesehatan siswa ini juga sejalan dengan kebijakan lain, seperti program makan bergizi gratis dan Satuan Pendidikan Pelaksana Gizi (SPPG), yang sedang dijalankan di sekolah dasar.

“Program-program tersebut saling berkaitan. Dengan mengetahui kondisi kesehatan anak-anak, maka pelaksanaan makan bergizi bisa lebih tepat sasaran dan hasilnya pun lebih optimal,” katanya.

Untuk saat ini, kegiatan pemeriksaan difokuskan pada jenjang sekolah dasar yang berada di bawah kewenangan langsung Disdikbud.

Namun, Irfan membuka peluang agar program ini dapat diperluas ke jenjang yang lebih tinggi apabila hasil evaluasi menunjukkan dampak positif.

“Pendidikan dan kesehatan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya harus berjalan beriringan. Karena itu, kami sangat menyambut baik kolaborasi lintas sektor seperti ini,” pungkasnya.

(adv)

Tag

MORE