Namun, menurut Dasmiah, mahasiswa di jalur ini umumnya berasal dari keluarga yang kaya.
“Kedokteran itu 15 juta, spesialis bisa sampai 17,5 juta. Kalau bisa masuk jalur mandiri kedokteran, pasti dia orang kaya. Jadi kita ingin program ini tepat sasaran,” tegasnya.
“Rata-rata UKT mahasiswa di Kaltim itu memang sekitar 4 sampai 5 juta. Jadi kami rasa dengan batas itu, sudah mengcover mayoritas yang benar-benar butuh. Kalau masyarakat masih harus menambah 1-2 juta, berarti itu yang mampu,” ucap Dasmiah menegaskan.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menambahkan bahwa program Gratispol telah bekerjasama dengan 52 perguruan tinggi.
Bantuan diberikan sesuai UKT masing-masing mahasiswa, namun tidak melampaui batas maksimal yang ditetapkan per fakultas.
“Kalau UKT-nya cuma 3 juta, ya dibayar 3 juta, bukan otomatis 5 juta. Tapi kalau lebih dari batas atas 5 juta, sisanya ditanggung sendiri, kalau diatasya kita anggap mampu,” ujar Sri Wahyuni, Rabu (11/6).
Menurutnya, pembayaran dilakukan langsung ke rekening kampus, bukan ke mahasiswa.
Langkah itu dinilai lebih aman dan memudahkan proses pemantauan.
Tag



