ARUSBAWAH.CO - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) menyampaikan dukungan dan apresiasi penuh terhadap pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung pada Selasa (8/7) di Brasil.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk menjadi anggota aktif dan konstruktif dalam BRICS.
Prabowo menekankan pentingnya kerja sama yang adil, pembangunan berkelanjutan, serta kedaulatan ekonomi negara-negara berkembang.
Visi Kepemimpinan Progresif yang Berpihak pada Keadilan Global
Menurut Bendahara Umum PRIMA, Achmad Herwandi, pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan arah kepemimpinan yang strategis dan berpihak pada keadilan global.
“Indonesia tidak hanya datang sebagai anggota baru BRICS, tetapi sebagai kekuatan baru yang siap berkontribusi nyata dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang,” ujar Herwandi.
Alasan PRIMA Mendukung Langkah Strategis Pemerintah Bergabung dengan BRICS
Keanggotaan penuh Indonesia di BRICS menjadi tonggak penting dalam kebijakan luar negeri dan strategi pembangunan nasional.
PRIMA menyebut ada empat alasan utama mengapa langkah ini perlu didukung seluruh elemen bangsa.
1. Diversifikasi Ekonomi Internasional
Masuknya Indonesia ke dalam BRICS membuka akses pasar baru di negara-negara berkembang.
Hal ini mengurangi ketergantungan terhadap pasar tradisional dunia seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa.
2. Penguatan Diplomasi Global
BRICS memberikan platform strategis bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan negara berkembang lainnya.
Selain itu, keanggotaan ini memperkuat posisi Indonesia dalam mendorong reformasi tata kelola global yang lebih adil dan setara.
3. Transfer Teknologi dan Pengembangan SDM
Kerja sama inovasi dan riset antarnegara BRICS dapat mempercepat penguasaan teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia.
4. Ketahanan Nasional dan Stabilitas Kawasan
Kolaborasi di bidang energi, pangan, keuangan, dan infrastruktur memperkuat daya tahan nasional Indonesia dan mendukung stabilitas regional di kawasan Asia-Pasifik.
Potensi Ekonomi Indonesia di BRICS
Dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang diperkirakan mencapai lebih dari US$1,4 triliun pada tahun 2024, PRIMA menilai Indonesia memiliki posisi strategis di dalam aliansi BRICS.
Sebagai informasi, total PDB negara-negara BRICS saat ini mencapai sekitar US$28 triliun, mencakup lebih dari 25 persen PDB global dan mewakili hampir 40 persen populasi dunia.
BRICS sebagai Kendaraan Strategis untuk Keadilan Global
“Langkah ini bukan semata soal pertumbuhan ekonomi, tetapi mencerminkan arah baru kebijakan luar negeri Indonesia. BRICS adalah kendaraan strategis untuk memperjuangkan keadilan global dan membangun kemitraan yang setara,” tegas Herwandi.
PRIMA Ajak Seluruh Bangsa Dukung Keanggotaan Indonesia di BRICS
Partai PRIMA mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung keanggotaan penuh Indonesia dalam BRICS sebagai upaya mewujudkan kedaulatan ekonomi nasional, kemajuan bangsa serta kesejahteraan rakyat Indonesia. (*)





